Bernardo Silva, Alasan di Balik Menggilanya Sterling Bersama City


Raheem Sterling terpacu untuk tampil apik bersama Manchester City sejak kedatangan Bernardo Silva. Ia merasa posisinya mulai terancam oleh pria Portugal ini. Sterling menjadi salah satu kunci dari kesuksesan City merengkuh gelar Liga Inggris dalam dua musim beruntun. Pesepakbola 24 tahun itu mampu menorehkan 17 gol dan 11 assist di musim ini.

Ia melanjutkan performa gemilangnya di musim lalu. Saat itu, Sterling juga memberikan kontribusi besar bagi City dengan 18 gol dan 15 assist. Raihannya di atas sekaligus menunjukkan bahwa penampilan sterling meningkat pesat usai awal yang buruk bersama City. Ia hanya mengemas delapan gol dan tujuh gol di dua musim perdana berseragam The Citizens, setelah ditransfer dari Liverpool pada 2015.

Sterling mengungkapkan bergabungnya Bernardo Silva ke City musim lalu jadi awal titik balik performanya manawan bersama skuat Pep Guardiola. Ia merasa kehadiran mantan pemain AS Monaco ini memacunya untuk semakin tampil apik bersama City. “Saya kembali ke London Barat Laut, saya pergi menemui teman saya dan dia berkata, ‘Mereka baru saja membeli Bernardo Silva.’ Dia mengkhawatirkan saya,” tutur Sterling.

“Dan saya seperti berkata, “Itu sakit, kawan.” Dia benar-benar terkejut tetapi saya berpikir, Ini bagus, ini kompetisi dan itu menghasilkan yang terbaik dalam diri saya,” tambahnya. Raheem Sterling dulunya adalah fans Manchester United. Sterling kecil mengidolakan The Red Devils. Sterling lahir di Kingston, Jamaika, tapi kemudian beremigrasi ke London dan tinggal di ibukota Inggris tersebut. Dia tumbuh besar di daerah Wembley, dekat dengan stadion bersejarah Inggris yakni Stadion Wembley.

Meski demikian, pemain kelahiran 8 Desember 1994 itu tak pernah sekalipun menyaksikan pertandingan di Wembley, sampai nasib membukakan pintu di tahun 2007. Kala itu final Piala FA mempertemukan Manchester United dengan Chelsea, dan Sterling mendapatkan tiket dari sekolahnya karena bakat sepakbolanya. Sebagai penggemar berat MU saat itu, Sterling tak bisa melupakan pengalaman tersebut.

Ini jadi sebuah fakta yang menarik mengingat pada perjalanannya, Sterling justru menjalin ikatan dengan Liverpool dan kini City, dua rival sengit MU. “Saya menonton langsung final tahun 2007. Saya seharusnya tak mengatakan ini, tidak sekarang, pastinya bukan sekarang. Tapi ketika masih belia saya adalah fans berat United. Saya punya jersey lama United, ketika mereka memenangi Piala FA sebelumnya,” ujar Sterling.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)
Social tagging: > >

Comments are closed.