Berita


5 Pemain Timnas U-23 yang Punya Jam Terbang Mengalahkan Thailand di SEA Games

 

indonesia-vs-thailan_fee660c

Tim nasional Indonesia U-23 akan hadapi Thailand pada pertandingan semi-final SEA Game 2021, Kamis 19 Mei 2022 sore WIB. Pertandingan ini benar-benar penting buat ke-2 team yang sama berkemauan raih medali emas.

Tim nasional Indonesia U-23 punyai catatan panjang hadapi Thailand di SEA Game. Sebagian besar laga memang dimenangkan oleh Thailand.

Tetapi, realitanya Tim nasional U-23 sukses berkompetisi dengan Thailand dalam dua edisi SEA Game paling akhir. Tim Garuda Muda tidak pernah kalah musuh Thailand pada edisi 2017 dan 2019.

Pada edisi 2019, Tim nasional U-23 sukses menaklukkan Thailand dengan score 2-0. Saat itu, gol diciptakan oleh Egy Maulana Vikri pada menit 4 dan Osvaldo Haay pada menit 87.

Lalu, siapa pemain Tim nasional Indonesia U-23 yang punyai pengalaman menaklukkan Thailand di SEA Game 2019? Berikut lima salah satunya yang berkesempatan untuk mengulang keberhasilan itu pada semi-final SEA Game 2021.

Rachmat Irianto

Rachmat Irianto punyai pengalaman menaklukkan Thailand pada 2019. Saat itu, Rachmat Irianto dimainkan sebagai pemain cadangan di Tim nasional Indonesia U-23 di menit ke-59.

Rachmat Irianto gantikan Evan Dimas dan dimainkan sebagai pemain tengah bertahan. Kekuatan Rachmat Irianto dalam menjaga baris tengah sukses menyusahkan Thailand sampai berserah 2-0.

Sayang, perform bagus Rachmat Irianto belum kelihatan pada SEA Game 2021. Pemain Persib Bandung itu seringkali duduk di kursi cadangan dan bermain sebagai pemain cadangan.

Firza Andika

Firza Andika sebagai unggulan Tim nasional Indonesia U-23 di SEA Game 2019. Firza Andika bermain sebagai bek sayap kiri di bawah bimbingan pelatih Indra Sjafri.

Pada pertandingan menantang Thailand, Firza Andika bermain penuh. Performa bagus plus andilnya menolong gempuran cukup membuat Thailand kewalahan sampai pada akhirnya kalah.

Tetapi, pada SEA Game 2021 Firza Andika belum sanggup memperlihatkan performa terbaik. Bahkan juga, pelatih Shin Tae-yong sering menukarnya dengan Alfeandra Dewangga.

Syahrian Abimanyu

Syahrian Abimanyu jadi motor gempuran Tim nasional Indonesia U-23 saat menaklukkan Thailand pada SEA Game 2019. Ketenangannya dalam memproses bola lumayan mampu jaga irama permainan Tim nasional U-23.

Pada SEA Game 2021, Syahrian Abimanyu seringkali dipercayai jadi starter oleh pelatih Shin Tae-yong. Keyakinan itu dibayarkan habis dengan performa bagus di atas lapangan.

Pengalaman Syahrian Abimanyu diharap bermanfaat untuk menaklukkan Thailand kembali. Apa lagi pertandingan kelak akan mempengaruhi perjuangan Tim nasional U-23 dalam raih medali emas SEA Game 2021.

Saddil Ramdani

Saddil Ramdani sebagai pemain penting Tim nasional Indonesia U-23 di SEA Game 2019. Pelatih Indra Sjafri memberi keyakinan padanya untuk bermain di status sayap kiri.

Kegesitan Saddil Ramdani cukup baik dalam menyusahkan baris pertahanan Thailand. Bahkan juga, saat itu Saddil mempunyai beberapa kesempatan untuk cetak gol.

Pada SEA Game 2021, peranan Saddil masih utama di Tim nasional U-23. Pemain Sabah FC itu berkesempatan kembali dimainkan sebagai starter sesudah melewati dua pertandingan paling akhir di SEA Game 2021.

Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri sebagai pemain Tim nasional Indonesia U-23 yang sempat membobol gawang Thailand. Saat itu, Egy Maulana Vikri cetak gol di menit ke-4 sesudah mengalahkan penjaga gawang Nont Muangngam.

Performa Egy juga semakin cemerlang di SEA Game 2021. Pelatih Shin Tae-yong dipercaya akan memercayakannya sebagai juru gebrak Tim nasional U-23.

Selama ini, Egy sudah cetak 3 gol dari 4 pertandingan di SEA Game 2021. Memikat buat menunggu performa bagus dari Egy.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Chelsea vs Leicester : The Blues Gagal Meraih Kemenangan

download (8)

Pada pertandingan Chesea vs Leicester City pada lanjutan pekan ke-37 Premier League, The Blues gagal mencetak kemenangan meskipun bermain di kandang sendiri. The Blues ditahan imbang 1-1 oleh Leichester City.

Hasil imbang ini melengkapi tren buruk Chelsea dalam 5 pertandingan terakhir. Pasukan Thomas Tuchel hanyab meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir,

Yuk simak jalannya pertandingan Chelsea vs Leicester City

Jalannya pertandingan Chelsea vs Leicester City

Babak Pertama

Chelsea bermain lebih dominan pada awal babak pertama, pasukan Thomas Tuchel lebih banyak menguasai bola karena bermain di depan penggemarnya di Stamford Bridge.

Beberapa peluang tercipta melalui permainan yang cukup solid. Namun deretan peluang tersebut masih belum terpecahkan menjadi gol.

Leichester yang bermain sebagai tim tamu cenderung lebih bertahan dalam pertandingan babak pertama. Leicester hanya mengandalkan serangan balik.

Namun Leicester secara mengejutkan membuat Stamford Bridge bergemuruh usai membuka keunggulan. Skema bertahan dan serangan balik cukup efektif usai James Maddison mengubah skor menjadi  1-0 melalui sekama serangan balik cepat.

Usai gol tersebut, Chelsea langsung tancap gas meningkatkan intensitas permainan. Alhasil Chelsea berhasil menyamakan skor pada menit ke-34.

Berawal dari umpan Reece James, pemain sayap Chelsea itu berhasil mengonversinya menjadi gol.

Skor tersebut bertahan hingga istirahat turun minum. Pertandingan babak pertama Chelsea vs Leicester berakhir dengan skor imbang 1-1.

Babak Kedua

Usai istirhat turun minum, The Blues kembali mendominasi pertandingan dengan menerapkan presing ketat untuk mencegah pergerakan Leicester.

Strategi tersebut terlihat efektif karena pemain Licester kerap kehilangan bola dengan cepat sehingga para pemain Chelsea dapat menciptakan peluang lebih banyak di babak kedua.

Namun aksi hebat Schmeicel di bawah mistar gawang Leicester City berhasil menahan gempuran dari serangan Chelsea. Pemain Chelsea dibuat frustasi karena setiap tembakan terarah yang mengarah ke gawang berhasil diamankan oleh Schmeicel.

Pada menit ke-63, Chelsea mendapatkan peluang emas. Berawal dari Reece James yang kemudian mengirim ole ke Romlu Lukaku lalu diteruskan ke Pulisic. Namun sayang pemain Amerika Serikat itu gagal mengonversinya menjadi gol meskipun dalam posisi yang baik.

Di sisi lain,Leicester City tampak kesulitan membangun serangan karena presing tinggi yang diterapkan Chelsea.

Alhasil tak ada gol yang tercipta dalam pertandingan babak kedua Chelsea vs Leicester. Skor 1-1 mentutup pertandingan melawan Leicester di Stamford Bridge.

Man of the match : James Madison

Dilasir dari situs resmi Premier League, James Madison menjadi man of the match pada pertandingan Chelsea vs Leicester City.

Gempuran serangan dari The Blues di babak kedua yang tak kunjung berbuah gol tak terlepas dari peran James Madison yang banyak mengamankan bola dari The Blues.

Tercatat ia berhasil melakukan 2 takel bersih, 3 sapuan dan satu intersepsi selama pertandingan berlangsung.

Leicester pada pertandingan itu memang terlihat lebih bermain secara bertahan dan mengandalkan serangan balik mematikan.

Susunan Pemain Chelsea vs Leicester City:

Chelsea (3-4-3): Edouard Mendy; Trevoh Chalobah, Thiago Silva, Antonio Rudiger; Reece James, Jorginho, N’Golo Kante (Loftus-Cheek 72′), Marcos Alonso; Hakim Ziyech, Romelu Lukaku (Havertz 78′), Christian Pulisic (Azpilicueta 72′).

Pelatih: Thomas Tuchel

Leicester City (3-1-4-2): Kasper Schmeichel; Daniel Amartey, Wesley Fofana, Jonny Evans; Nampalys Mendy; Timothy Castagne, James Maddison, Kiernan Dewsbury-Hall, Luke Thomas; Jamie Vardy (Perez 78′) Kelechi Iheanacho (Barnes 63′).

Pelatih: Brendan Rodgers

 

 

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

5 Pemain Manchester United yang Akan Berstatus Bebas Transfer di Musim Mendatang

Manchester United memiliki pemain yang kontraknya akan habis di akhir musim 2021/2022. Bila tidak diperpanjang, mereka akan tinggalkan club dengan gratis.

MU sekarang ini dilatih manager interim Ralf Rangnick. Tetapi, pria dari Jerman itu cuma akan pimpin Cristiano Ronaldo dkk sampai musim akhir. Management MU sudah menunjuk ssosok Erik Ten Hag sebagai manager baru team.

Sesudah cari manager baru, MU perlu mengurusi kontrak pemainnya yang habis musim akhir kelak. Jika tidak, si pemain akan tinggalkan club dengan status bebas transfer. Para pemain tersebut tentunya akan langsung dilirik oleh klub-klub yang memerlukan kekuatan mereka di musim selanjutnya.

Berikut lima pemain yang dapat keluar dari Manchester United dengan gratis di akhir musim 2021/2022.

Jesse Lingard

Jesse Lingard sebetulnya ingin tinggalkan Manchester United pada musim panas kemarin. Tetapi, faksi club memilih untuk menjaga si pemain di Old Trafford.

Apesnya, Lingard tidak banyak mendapatkan peluang bermain selama musim ini. Ia cuma bermain sekitar 19 kali musim ini, di mana mayoritas performanya diawali dari kursi cadangan.

Kontrak si playmaker cuma sisa beberapa waktu kembali. Lingard tidak tertarik mengupdate periode tinggalnya dan siap buka lembar baru bersama club lain.

Juan Mata

Juan Mata sebagai salah satunya pemain senior yang menempati scuad Manchester United. Ia bela Setan Merah semenjak Januari 2014 sesudah dihadirkan dari Chelsea.

Pada umur 33 tahun, peluang bermain Mata bersama Setan Merah pada musim ini benar-benar terbatas. Bekas pemain Valencia itu baru tampil sekitar 6x selama ini.

Berdasar laporan, Mata akan mengakhiri periode baktinya di MU pada musim panas kelak. Dia akan tinggalkan Old Trafford saat kontraknya habis kelak.

Edinson Cavani

Edinson Cavani mengawali kiprahnya bersama Mancheser United dengan cetak 17 gol di semua persaingan. Akhirnya, pemain dari Uruguay itu mendapatkan kontrak baru dari management Setan Merah.

Tetapi, musim ke-2 Cavani di Old Trafford tidak berjalan baik. Bekas pemain PSG itu sedikit kelihatan di atas lapangan karena alami cidera.

Disamping itu, kehadiran Cristiano Ronaldo makin batasi peluang permainannya. Cavani beritanya akan pergi pada musim panas kelak sesudah kontraknya usai.

Paul Pogba

Pogba sebagai pembelian paling mahal dalam riwayat Manchester United saat dihadirkan dari Juventus. Tetapi, Pogba tak pernah rasakan gelar premier League sepanjang ada di club.

Pogba belum siap perpanjang kontraknya di Manchester United yang hendak habis pada Juni 2022 kedepan. Walau sebenarnya, MU telah menawarinya kontrak baru supaya si pemain masih tetap bertahan di dalam Old Trafford.

Pogba dipercaya tidak betah di Old Trafford. Pemain tengah asal Prancis itu kemungkinan akan pisah dengan Setan Merah di akhir musim kelak.

Lee Grant

Manchester United mengambil Lee Grant pada musim panas 2018. Tetapi, penjaga gawang tua asal Inggris itu hanya dengan status sebagai penjaga gawang lapisan sesudah tiba ke Old Trafford.

Grant cuma jadi penjaga gawang ke-4 ada di belakang David de Gea, Dean Henderson, dan Tom Heaton. Ia baru membuat dua performa untuk Setan Merah selama ini.

Grant sekarang ini telah mencapai umur 39 tahun dan dapat pensiun sesudah kontraknya dengan MU habis. Kepergiannya di akhir musim kelak kelihatannya tidak dikangenin fans Setan Merah.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

5 Kandidat Kapten Baru Manchester United di Musim Depan

Ralf Rangnick sudah mengatakan kapten Manchester United seharusnya diputuskan sendiri oleh beberapa pemain. Dengan begitu, Harry Maguire dapat kehilangan ban kapten pada musim kedepan.

Status Harry Maguire sebagai kapten MU terus jadi perhatian pada musim ini. Banyak yang merekomendasikan agar MU menukar kapten sesudah mereka terseok-seok selama musim ini.

MU akan dipegang Erik ten Hag pada musim depan. Ten Hag memungkinkannya untuk mengambil dan memberi ban kapten ke pemain yang diharapkan.

Namun, Rangnick inginkan penyeleksian kapten berdasar hasil pengambilan suara dari beberapa pemain MU yang lain. Lantas siapa beberapa pemain yang patut menjadi kapten MU selanjutnya?

Pemungutan suara ini memang perlu dilakukan untuk mengubah posisi kapten tim supaya bisa mendongkrak performa tim di atas lapangan dan tentunya itu sangat berpengaruh besar untuk penampilan tim di musim selanjutnya.

Berikut lima calon kapten baru Manchester United pada musim depan.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo terhitung calon kuat menjadi kapten Manchester United seterusnya. Selama ini, Ronaldo tidak asing dengan kedudukan pimpinan team.

Ronaldo sebagai kapten tim nasional Portugal sekarang ini. Pemain berumur 37 tahun itu sempat juga dipercayai jadi kapten dalam laga Setan Merah musim ini.

Ronaldo kemungkinan bukan opsi terbaik menjadi kapten periode panjang ingat kontraknya di MU akan usai di akhir musim depan. Tetapi, ia punyai dampak yang besar di ruangan tukar.

Bruno Fernandes

Tidak seperti Ronaldo, Bruno Fernandes masih mempunyai kontrak yang lumayan panjang bersama Manchester United. Karenanya, ia dirasakan benar-benar patut menjadi kapten di Manchester United.

Ditambah Fernandes kerap kenakan ban kapten MU saat Harry Maguire mangkir. Pemain tengah asal Portugal ini sudah kenakan ban kapten Man United sekitar 8x pada musim ini.

Awalnya, Fernandes pernah jadi kapten saat bela Sporting Lisbon. Fernandes terhitung salah satunya figur vocal di ruangan tukar Man United sekarang ini.

David De Gea

David De Gea juga patut menjadi kapten baru Manchester United. Masalahnya penjaga gawang berumur 31 tahun ini sebagai salah satunya pemain yang jarang-jarang tersisih dari starting eleven.

Disamping itu, De Gea sebagai figur yang telah lumayan lama bela Setan Merah. Ia sudah jadi sisi dari MU semenjak tahun 2011 selesai ditransfer dari Atletico Madrid.

De Gea pernah jadi kapten Setan Merah dalam beberapa laga. Ia pasti terima kedudukan kapten itu dengan tangan terbuka.

Raphael Varane

Raphael Varane punyai kekuatan menjadi kapten Manchester United yang baru. Sayang, Varane kerap terganggu oleh cidera pada musim pertama kalinya di club.

Varane dikontrak Man United dari Real Madrid pada Agustus 2021 kemarin. Bek asal Prancis itu telah mainkan 27 laga di semua persaingan musim ini.

Akan tetapi, pemain berumur 29 tahun itu punyai pengalaman sebagai pimpinan team. Ia pernah jadi kapten Real Madrid dan Prancis di periode kemarin.

Scott McTominay

Scott McTominay ialah pemain yang dari sekolah tinggi Manchester United. Pemain tengah asal Skotlandia itu telah dipercayai untuk tampil reguler di baris tengah Setan Merah.

Pada umur 25 tahun, peranan sebagai kapten kemungkinan akan memberatkan McTominay. Walau demikian, McTominay telah mempunyai pengalaman sebagai kapten Manchester United.

Tahun kemarin, McTominay mendapatkan keyakinan menjadi kapten Setan Merah dalam laga FA Cup menantang Watford. Ia menolong teamnya menang 1-0 dengan cetak gol kemenangan di Old Trafford.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

5 Fakta Unik Seputar La Liga, Wajib Tahu!

La Liga musim 2021-22 resmi berakhir. Real Madrid berhasil memenangkan pertandingan final atas Barcelona dengan skor 4-0 pada Sabtu malam (30/4).

 

Fun fact, kemenangan ini merupakan kemenangan ke-35 Real Madrid dalam sejarah La Liga. Mereka seakan mengukuhkan gelar sebagai klub terkuat di Eropa.

 

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan fakta unik lainnya seputar kompetisi sepak bola paling bergengsi di Spanyol ini, mulai dari prestise, biaya transfer, hingga top scorer-nya.

 

Berikut pembahasannya.

 

  1. Prestise La Liga

 

La Liga memang dikenal sebagai kompetisi yang melahirkan bakat-bakat terbaik di dunia. Berdasarkan peringkat UEFA, La Liga menjadi liga teratas di Eropa dalam tujuh tahun berturut-turut, mulai dari tahun 2013 hingga 2019.

 

Kompetisi ini juga telah menghasilkan klub dengan peringkat teratas di Eropa, lebih dari dua kali lipat dari Serie A.

 

Klub La Liga juga telah memenangkan 18 gelar Liga Champions UEFA, 13 gelar Liga Eropa UEFA, 15 gelar Piala Super UEFA, dan 7 gelar Piala Dunia FIFA.

 

Para pemain La Liga juga telah mengumpulkan 23 penghargaan Ballon d’Or, 19 penghargaan The Best FIFA Men’s Player termasuk FIFA World Player of the Year, dan 11 penghargaan UEFA Men’s Player of the Year termasuk UEFA Club Footballer of the Year.

 

  1. Liga paling populer

 

La Liga adalah salah satu liga olahraga profesional paling populer di dunia dengan rata-rata penonton mencapai 26.933 orang. Angka ini merupakan jumlah penonton tertinggi ke-8 untuk kompetisi domestik di seluruh dunia dan tertinggi ke-3 untuk kompetisi sepak bola di seluruh dunia, di bawah Bundesliga dan Premier League.

 

Berdasarkan pendapatan, La Liga juga merupakan liga olahraga profesional paling kaya ke-6 di dunia, di bawah NFL, MLB, NBA, Premier League, dan NHL.

 

  1. Dominasi Barcelona dan Real Madrid

 

Barcelona dan Real Madrid adalah dua tim unggulan pada La Liga.

 

Dominasi Barcelona sendiri muncul sejak akhir 1940-an, yang semakin menguat pada tahun 1950-an. Di bawah asuhan Ferdinand Daucik, Barcelona memenangkan dua gelar back-to-back untuk La Liga dan Copa Del Rey pada tahun 1952 dan 1953.

 

Prestasi baru bahkan dibuat Barcelona saat tim tersebut berhasil memenangkan 5 gelar juara pada tahun 1952: La Liga, Copa Del Rey, Copa Eva Duarte, The Latin Cup, dan The Copa Martini Rossi. Atas pencapaiannya, Barcelona sempat dijuluki sebagai ‘The Team of The Five Cups’.

 

Dominasi Barcelona kembali mencuat pada tahun 1990-an, di mana mereka berhasil memperoleh 11 trofi dalam 8 tahun di bawah asuhan Johan Cruyff. Secara total, Barcelona telah memenangkan 26 kompetisi La Liga.

 

Barcelona menjadi klub superior bersama Real Madrid dan Atletico Madrid. Di antara tahun 1960 – 1980, Real Madrid bahkan berhasil memenangkan 14 kompetisi La Liga.

 

  1. Biaya transfer

 

Luis Suarez adalah salah satu pemain La Liga yang biaya transfernya memecahkan rekor dunia pada tahun 1961. Ia pindah ke Inter Milan dengan biaya £152,000 atau setara dengan £3.5 juta di tahun 2020.

 

Daftar pemain La Liga dengan biaya transfer termahal lainnya termasuk Johan Cruyff, Diego Maradona, Denilson, Luis Figo, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, dan Gareth Bale.

 

  1. Top skor La Liga

 

Gelar top scorer La Liga dipegang oleh Messi dengan 474 gol dari 520 penampilan. Posisi ini disusul oleh Ronaldo dengan 311 gol dari 292 penampilan, Telmo Zarra dengan 251 gol dari 278 penampilan, dan Hugo Sanchez dengan 234 gol dari 347 penampilan.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Seputar Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Lengkap, Cek Disini!

3424252072 (1)

Tuan rumah piala dunia 2022 sedang menjadi topik perbincangan, tak terkecuali untuk negara-negara yang akan berlaga. Untuk informasi mengenai tuan rumah pertandingan piala dunia tahun ini, Qatar terpilih untuk menjadi tuan rumah. Kompetisi pertandingan terbesar sepak bola internasional, akan dilangsungkan pada tahun 2022 sekarang. Dengan Negara Qatar yang sebagai tuan rumah dalam pertandingannya.

Negara ini sendiri dipilih untuk menjadi tuan rumah, setelah berhasil mengalahkan Amerika Serikat, Jepang, Korea, juga Australia saat berlaga. Untuk jadwal penggelaran pertandingan ini, berbeda dengan tahun-tahun lalu. Mungkin yang biasanya pertandingan piala dunia akan diadakan pada saat musim panas, berbeda dengan tahun ini yang akan diadakan pada musim dingin.

Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Beserta Informasi Detailnya

Pertandingan piala dunia 2022 akan diselenggarakan di Qatar. Untuk jadwal pertandingannya selama 28 hari, mulai tanggal 21 November hingga 18 Desember. Lalu, untuk acara pertandingan finalnya akan dimulai pada tanggal 18 Desember, dimana tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Nasional Qatar.

Fakta Mengenai Piala Dunia 2022

Qatar adalah negara yang akan menjadi tuan rumah, untuk pertandingan piala dunia tahun ini. Negara tersebut berada di benua Asia, yang memiliki ibukota di Doha. Untuk persiapan pertandingan piala dunia tahun ini, Qatar sudah menyiapkan berbagai macam persiapan.

Stadion Piala Dunia Di Qatar

Negara Qatar awalnya dituding dengan banyaknya masalah, contohnya korupsi, juga masalah keuangan. Sehingga beberapa perwakilan dari FIFA, melakukan sebuah investigasi tentang tudingan tersebut. Namun Qatar sudah mempersiapkan beberapa stadion, untuk menyambut piala dunia tahun ini. Antara lain sebagai berikut.

  • Stadion Lusail Iconic
  • Stadion 974
  • Al Thumama
  • Education City
  • Stadion Ahmed Bin Ali
  • Internasional Khalifa
  • Stadion Al Janoub
  • Stadion Al Bayt

FIFA sudah mempersiapkan untuk perubahan aturan untuk piala dunia tahun ini. Mereka berencana untuk menambah durasi pertandingan. Dikabarkan bahwa FIFA mengajukan proposal dengan isi pernyataan, untuk menambah durasi menjadi 100 menit per laga. FIFA juga menuliskan untuk piala dunia akan mulai menerapkan, seperti babak tambahan selama 10 menit. Pertandingan piala dunia tahun ini, ada 5 lokasi yang akan menjadi tempat piala dunia. Diantaranya yaitu Lusail, Al Rayyan, Al Khor, Al Wakrah dan juga Doha.

Pertandingan piala dunia tahun ini, akan diikuti sekitar 32 negara di seluruh dunia. Namun untuk saat ini baru ada 13 negara, yang sudah dinyatakan lolos termasuk Qatar. Negara yang ada di Zona UEFA, akan mendapatkan jatah sekitar 13 untuk ke piala dunia. Mereka adalah:

Qatar (Tuan Rumah)

Qatar sudah diloloskan tanpa melewati babak kualifikasi. Hal tersebut dikarenakan Qatar adalah tuan rumah, untuk pertandingan piala dunia 2022.

Denmark

Performa Denmark pada EURO 2020 lalu bukan hanya kebetulan. Mereka tampil dengan perkasa ketika berada di babak kualifikasi, dengan sekali kalah dari 10 laga fase grup. Denmark sendiri sudah meraih 27 poin, dan juga mencetak gol sebanyak 30 gol di fase grup.

Jerman

Jerman merupakan negara pertama yang lolos. Karena mereka berhasil mendapatkan 27 poin, serta mencetak gol sebanyak 36 gol.

Prancis

Si juara bertahan, Prancis lolos tanpa adanya perlawanan yang sulit. Negara Prancis juga akan memainkan piala dunia ke 16.

Belgia

Belgia sendiri adalah juara grup pada babak kualifikasi. Mereka lolos secara langsung ke piala dunia, tanpa bersentuhan dengan kekalahan.

Kroasia

Kroasia mendapatkan bagian untuk piala dunia 2022, setelah berhasil menjadi juara di zona Eropa. Kroasia juga berhasil mendapatkan 23 poin, dengan 1 poin lebih unggul dari Rusia.

Argentina

Untuk saat ini Argentina, sudah berada di posisi ke 2 dengan poin 29. Untuk hal tersebut, menjadikan posisi empat besar Argentina tetap aman.

Belanda

Belanda melewati kualifikasi piala dunia di zona Eropa. Mereka menampilkan tampilan bagus saat berlaga, Belanda kalah 1 kali saat berjumpa dengan Turki. Belanda mencetak banyak gol dengan jumlah 33.

Swiss

Swiss berhasil menyingkirkan Italia untuk fase grup piala dunia di zona Eropa, dengan raihan poin 18 unggul 2 poin dari Italia. Mereka juga tidak pernah kalah selama 8 main laga.

Inggris

Timnas Inggris merupakan pasukan gareth southgate yang lolos ke piala dunia, dengan jalur yang cukup mulus. Inggris juga tidak pernah gagal, dengan 8 menang dan 2 imbang. Sehingga timnas ini mendapatkan 26 poin, dan mencetak 39 gol.

Serbia

Serbia berhasil menyingkirkan Portugis. Mereka menang dengan poin 2-1 pada menit ke-90.

Spanyol

Spanyol sempat mendapatkan kekalahan dengan Swedia, dengan jumlah skor 2-1 ya. Lalu Spanyol mendapatkan jumlah 19 poin dengan 8 pertandingan.

Brasil

Brasil mempunyai peluang untuk meraih pertandingan piala dunia, maka dari itu mereka sudah dipastikan akan lolos. Untuk apapun hasilnya, brasil tidak akan terlempar dari empat besar.

Kumpulan informasi untuk tuan rumah piala dunia 2022. Kamu yang menunggu pertandingan piala dunia, dapat membaca artikel di atas, ya.

 

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

6 Negara yang paling sering tampil di Final Piala Dunia

6 Negara yang paling sering tampil di Final Piala Dunia ini adalah deretan tim nasional terbaik yang sering jadi unggulan dalam juara Piala Dunia di berbagai edisi sebelumnya.

Deretan tim ini tentu diisi oleh para pemain terbaik pada zamannya karena berhasil sering tampil di final Piala Dunia.

Kendati demikian, gelaran Piala Dunia sudah berlangsung sejak tahun 1930. Terhitung dari Piala Dunia 2022 Qatar, piala dunia ini jadiajang ke 22 sejak pertama kali berlangsung.

Dari semua edisi itu, ada deretan 6 negara yang paling sering tampil di final Piala Dunia.

Negara yang paling sering tampil di final Piala Dunia itu adalah Timnas Jerman. Namun di balik itu, deretan 6 negara ini ada satu negara yang gagal melaju ke Piala Dunia 2022 Qatar.

Siapa saja 6 Negara yang paling sering tampil di final Piala Dunia? Yuk simak rangkumannya.

6 Negara yang paling sering tampil di final piala dunia

Timnas Belanda

Timnas Belanda merupakan unggulan dari benua eropa yang sering bermain dengan apik di berbagai edisi Piala Dunia sebelumnya. Terakhir mereka berhasil tembus ke laga final pada edisi 2010 di Afrika Selatan namun berakhir kekalahan 1-0 melawan Spanyol.

Tercatat, Timnas Belanda sudah menjalani 3 kali partai final dalam 10 kali edisi terakhir yang belanda lakoni.

Kendati demikian, tiga laga final itu Belanda belum sekalipun meraih gelar juara. Mereka selalu kalah dalam laga final Piala Dunia pada edisi 1974 yang kalah dari Jerman, 1978 yang kalah dari Argentina, dan edisi 2010 yang kalah dari Spanyol.

Timnas Prancis

Timnas Prancis jadi unggulan dalam Piala Dunia 2022 Qatar kali ini. Namun sebelumnya, Prancis sudah menjalani tiga laga final dalam 15 edisi yang mereka lakoni.

Namun tiga laga final tersebut, Timnas Prancis berhasil menang dua kali pada edisi 1998 dan edisi Piala Dunia kemarin 2018. Namun Zidane Zidane dkk harus kalah melawan Italia pada Piala Dunia 2006.

Timnas Argentina

Unggulan Zona Amerika itu berhasil mencapai partai final Piala Dunia sebanyak 5 kali dari 17 edisi Piala Dunia yang Argentina lakoni.

Dari lima catatat final itu, Argentina berhasil meraih 2 gelar juara Piala Dunia pada edisi 1978 dan 1986. Namun mereka gagal pada edisi 1930, 1990 dan terakhir pada edisi 2014 saat mereka kalah dari Timnas Jerman.

Timnas Italia

Timnas Italia berhasil 6 kali melaju ke babak final dalam 18 edisi terakhir Piala Dunia yang Italia lakoni. Timnas Italia terakhir melaju di Final Piala Dunia pada edisi 2006 dan berhasil mengalahkan Timnas Prancis.

Dari 6 final Piala Dunia itu, Italia berhasil 4 kali menjadi juara pada edisi 1934, 1938, 1982 dan 2006. Namun Timnas Italia gagal pada edisi 1970 dan 1994 yang kalah dari Timnas Brasil.

Namun hasil buruk menimpa pada edisi Piala Dunia 2022 Qatar. Jorginho dkk harus tersingkir dari Piala Dunia 2022 usai kalah dari Mekadonia Utara pada babak playoff dengan skor tipis 1-0.

Pada edisi piala dunia 2018 di Rusia mereka juga harus gagal melaju ke Piala Dunia.

Timnas Brasil

Timnas Brasil selalu konsisten melahirkan pemain berbakat kelas dunia. Bahkan ia jadi unggulan dalam Piala Dunia 2022 Qatar.

Pada edisi sebelumnya, Timnas Brasil berhasil mencapai final sebanyak 7 kali dalam 21 edisi Piala Dunia.

Dari tujuh kali partai final itu, Brasil berhasil meraih juara lima kali pada edisi 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002. Timnas Brasil hanya gagal pada Piala Dunia edisi 1950 dan 1998.

Timnas Jerman

Timnas Jerman jadi negara terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia dengan mempu menjuarai Piala Dunia sebanyak 4 kali dan 8 kali masih pada partai final Piala Dunia.

Dari 19 edisi yang Timnas Jerman lakoni, mereka berhasil juara pada edisi 1954, 1974, 1990 dan terakhir 2014 saat menang melawan Timnas Argentina.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia dan Eropa

Kualifikasi piala dunia 2022 zona Asia dan Eropa hingga kini mulai memperlihatkan beberapa tim yang masih bisa bermain. Cek negara kesayangan Anda di sini!

Anda pecinta bola dan tidak ingin ketinggalan berita terbaru dari Piala Dunia? Tentunya Anda tidak mau ketinggalan info mengenai kualifikasi piala dunia 2022. Sehingga Anda tetap tahu sampai dimana tim kesayangan Anda berjuang sampai detik ini.

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia

Pertama, Anda perlu tahu tentang kualifikasi piala dunia 2022 di zona Asia. Adapun beberapa jadwal yang bisa Anda pahami di bawah ini:

  1. Kamis, 27 Januari 2022 (Grub A)

Pertandingan di jadwal ini pertama dilakukan oleh grup A. Dimulai dengan Lebanon vs Korea Selatan dengan hasil 0-1. Pertandingan berikutnya ada Iran vs Iraq dengan hasil 1:0. Pertandingan ketiganya adalah UEA vs Suriah dengan hasil 2:0. Pertandingan ini benar-benar menguras emosi para penonton untuk mendukung tim kesayangan mereka.

Pertandingan ini sangat menarik apalagi ketika goal yang didapatkan terjadi pada detik-detik terakhir pertandingan.

  1. Kamis, 27 Januari 2022 (Grub B)

Selain ada Grup A, Anda perlu tahu kalau grup B juga melakukan pertandingan. Dimulai dari Australia vs Vietnam dengan hasil 4:0. Vietnam benar-benar dibabat habis oleh Australia tanpa diberikan jeda untuk bernafas maupun melawan agar hasilnya bisa lebih seimbang.

Pertandingan kedua adalah dari Jepang vs Tiongkok dengan hasil 2:0. Hasil ini dimenangkan oleh Jerman yang membuat Tiongkok bertekuk lutut karena kekalahan. Pertandingan terakhirnya adalah Arab Saudi vs Oman dengan hasil 1:0. Di sini bisa kita ketahui kalau Arab Saudi unggul dibandingkan dengan Oman.

Pertandingan dari Grup B ini nyatanya juga menguras emosi para pendukung tim masing-masing untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa

Kedua, selain dari zona Asia Anda perlu tahu kalau ada kualifikasi piala dunia 2022 untuk zona Eropa. Adapun beberapa kualifikasi yang dimaksud bisa dilihat sebagai berikut:

  1. Grub C

Pertandingan pertamanya adalah dari grup C. Dimulai dari pertandingan antara Irlandia Utara vs Italia dengan hasil imbang yakni masih dengan 0:0. Meskipun sudah cukup sengit nyatanya kedua tim ini sama-sama mampu mempertahankan gawangnya masing-masing. Pertandingan keduanya adalah Swiss vs Bulgaria dengan hasil 4:0. Di sini Swiss memang unggul 4 point dibandingkan dengan Bulgaria.

  1. Grub F

Lanjut pertandingan kedua dari grup F. Dimulai dari pertandingan Austria vs Moldova dengan hasil 4-1. Dilanjut dengan pertandingan Israel vs Kepulauan Faroe dengan hasil  3-2. Terakhir ada pertandingan dari Skotlandia vs Denmark 2-0. Di mana di sini Skotlandia memang unggul dibandingkan dengan Denmark.

Pertandingan dari grup F ini tidak kalah menantang saat disimak.

  1. Grup I

Terakhir ada pertandingan yang dilakukan oleh Grup I. Pertandingannya dimulai dengan pertandingan dari Albania vs Andora dengan hasil 1-0. Lanjut dengan pertandingan Polandia vs Hungaria dengan hasil 1-2. Kemudian ditutup dengan pertandingan cantik San Marino vs Inggris dengan hasil yang mencengangkan 0-10. Nilai unggul ini didapatkan oleh Inggris.

Nyatanya pertandingan Grup I ini juga menimbulkan persaingan yang sengit. Bagaimana? Apakah tim kesayangan Anda menang?

Itulah pembahasan terkait kualifikasi piala dunia 2022 khususnya untuk zona Asia dan Eropa. Terus pantau perkembangan piala dunia terkini supaya Anda tidak akan ketinggalan beritanya. Apapun tim dan siapapun pemain favorit Anda yang berhasil lolos kualifikasi, tetap dukung dengan semangat dan semoga mendapatkan yang terbaik di piala dunia tahun ini.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

5 Pemain Top yang Tidak Pernah Bermain di Ajang Piala Dunia

Piala Dunia sebagai pentas paling besar untuk pesepak bola dunia untuk dapat berprestasi dan bawa negaranya jadi yang terbaik. Tetapi, cukup banyak pemain luar biasa yang rupanya tak pernah tampil benar-benar di kompetisi sepak bola paling besar di penjuru dunia itu.

Banyak pesepak bola yang sukses memperoleh cahaya kebintangan mereka sesudah tampil di Piala Dunia, sama seperti yang dirasakan James Rodriguez bersama Kolombia pada 2014 di Brasil. Selanjutnya yang dirasakan Pele pada Piala Dunia 1058, dan Thomas Muller di Piala Dunia 2010.

Contoh lain dari beberapa pemain yang memperoleh cahaya kebintangan di Piala Dunia ialah tiga pemain yang pernah bermain di Premier League, seperti Lukas Podolski, Theo Walcott, dan Wayne Rooney.

Sementara beberapa pemain seperti pada atas memperoleh keuntungan dari peristiwa dan peluang mereka tampil di Piala Dunia, beberapa pemain yang lain tidak memperoleh peluang sama. Bahkan juga beberapa pemain terbaik dunia terdaftar tidak pernah tampil di Piala Dunia dalam sejauh profesi mereka.

Berikut lima pemain salah satunya yang tak pernah sekalinya tampil di Piala Dunia walau sukses bersama club masing-masing.

Dimitar Berbatov

Penyerang asal Bulgaria ini benar-benar dikenang karena perform bagus di Premier League bersama Tottenham Hotspur dan Manchester United. Dimitar Berbatov nikmati keberhasilan bermain saat sebelum pensiun pada 2019. Dia ialah sisi dari Spurs yang raih titel juara paling akhir mereka, Piala Liga pada 2008.

Berbatov sebagai satu antara pemain terbaik yang sempat dipunyai Bulgaria. Dia membuat kiprah internasionalnya pada 1999 saat berumur 18 tahun dan tampil di Euro 2004.

Kompetisi Eropa yang diadakan di Portugal itu jadi salah satu kompetisi internasional yang diturutinya. Dia bermain bersama Stiliyan Petrov dan Martin Petrov, dua pemain yang meniti karier di Premier League pada waktu itu.

Berbatov masih jadi pembuat gol paling banyak selama hidup untuk Tim nasional Bulgaria, dengan 48 gol dalam 78 laga. Dia jadi kapten untuk team nasionalnya sepanjang 4 tahun, di antara 2006 sampai 2010, di mana dia juga memilih untuk pensiun dari timnas tanpa sekalinya tampil di Piala Dunia.

Ryan Giggs

Legenda Manchester United ini tidak perlu disangsikan kembali pernah nikmati pucuk profesi yang hebat bersama The Red Devils. Tetapi, berbicara masalah aksi di tingkat dunia bersama Tim nasional Wales, Giggs tidak berhasil memberikan kontributor besar sampai putuskan pensiun.

Walau sempat sebagai wakil Tim nasional Inggris di tingkat junior, Giggs jadi pemain Tim nasional Wales pada 1991. Dia bermain bersama legenda Liverpool, Ian Rush, pada masa awalannya bersama Tim nasional Wales.

Giggs tidak pernah bela negaranya di persaingan internasional walau seringkali hampir bisa lolos. Giggs cuman tampil dalam 64 performa bersama Tim nasional Wales sampai pada akhirnya putuskan pensiun pada 2007 untuk konsentrasi dengan club sepak bolanya.

Eric Cantona

Satu kembali legenda Manchester United yang tidak pernah tampil di Piala Dunia. Eric Cantona sebagai pemain yang selalu dikenang oleh fans The Red Devils karena pamornya sebagai kapten di atas lapangan hijau.

Pemain yang pernah disebutkan King Cantona ini nikmati profesi bermain yang lebih bagus di tingkat club daripada saat bela Tim nasional Prancis.

Cantona memperoleh kiprahnya bersama Tim nasional Prancis pada 1987 sebelumnya terakhir disingkirkannya oleh Henri Michel yang memilih untuk tidak memainkan di Les Bleus bimbingannya. Dia sempat kembali lagi ke timnas sesudah Michel diganti oleh Michel Platini.

Tetapi, kejadian sepakan kungfu di Manchester United membuat Cantona harus kehilangan tempat. Dia terima larangan hukuman melakukan aktivitas di dunia sepak bola sepanjang 8 bulan, dan saat sebelum dia kembali, Zinedine Zidane sudah ada sebagai seorang bintang.

Eric Cantona cuman tampil dalam 45 performa bersama Les Bleus. Cantona juga pensiun dari sepak bola professional pada 1997 saat umurnya baru 30 tahun. Dia jadi sisi dari Tim nasional Prancis yang tidak lolos ke Piala Dunia 1994. Tetapi, dia punyai prestasi raih titel juara Piala Dunia Sepak Bola Pantai pada 2005.

George Weah

Salah satu pemain dari Afrika yang sempat raih Ballon d’Or, George Weah, tampil hebat saat ada di tingkat club. Tetapi,dia tidak dapat menyebarkan hal itu ke tingkat dunia bersama Tim nasional Liberia.

George Weah pernah bermain bersama beberapa club besar Eropa, seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain (PSG), dan Manchester City. Weah memperoleh kiprahnya bersama Liberia pada 1986 dan tampil sekitar 75 laga untuk negaranya.

Weah tidak dapat bawa team nasionalnya ke Piala Dunia, di yang mana paling dekati ialah pada 2002. Liberia finish satu point ada di belakang Nigeria dalam babak kwalifikasi di tahun ini. Dia bawa Liberia tampil dalam dua edisi Piala Afrika.

Alfredo Di Stefano

Walau tampil bersama tiga timnas berlainan, Alfredo di Stefano tak pernah tampil sekalinya di Piala Dunia. Walau sebenarnya legenda Real Madrid itu pernah bela Tim nasional Argentina, Kolombia, dan Spanyol.

Alfredo di Stefano memperoleh peluang pertama kalinya bermain di tingkat dunia pada 1947 ketiak dia bermain untuk timnas negara kelahirannya, Argentina. Dia cetak 6 gol dalam enam performa untuk menolong mereka memenangkan Copa America.

Argentina selanjutnya mundur dari Piala Dunia 1950, hingga membuat Alfredo di Stefano kembali tidak berhasil tampil di tingkat paling tinggi. Kritis mengguncangkan sepak bola Argentina sampai membuat Di Stefano berpindah ke Kolombia, di mana dia mainkan empat laga tidak sah.

Sesudah resolusi kritis di Argentina, Alfredo Di Stefano dilarang bermain untuk negara itu karena keterkaitannya bersama Tim nasional Kolombia. Ini memaksakan ambil kewarganegaraan Spanyol. Ia tampil bersama Spanyol saat harus mangkir di Piala Dunia 1958.

Alfredo Di Stefano menolong Spanyol maju ke Piala Dunia 1962, tetapi dia harus mangkir diperputaran final karena cidera. Dia juga selekasnya pensiun dari sepak bola internasional sesudah Piala Dunia edisi itu usai.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bintang Baru Maroko yang Akan Bersinar di Piala Dunia 2022, Ini Dia!

Saat ini ada bintang baru Maroko yang akan bersinar untuk turnamen Piala Dunia 2022. Maroko telah berhasil lolos lagi untuk putaran final Piala Dunia 2022. Meski empat tahun lalu mengalami gagal total di Rusia, namun berharap bisa bersaing dengan partisipan lainnya. Tentunya itu juga bukanlah hal yang mudah karena Maroko berada di Grup F.

Grup yang juga berisikan Belgia, Kroasia dan Kanada. Kondisinya saat ini lebih baik dibanding Rusia 2018. Sebab, saat itu Maroko harus berada di posisi terbawah klasemen Grup B. Bahkan kalah bersaing dengan Spanyol, Iran dan Portugal.

Simak Bintang Baru Maroko yang Akan Bersinar pada Piala Dunia 2022

Pelatih Tim Nasional Maroko, yakni Vahid Halilhodzic mengungkapkan jika lebih percaya diri untuk menghadapi Piala Dunia Qatar 2022 ini. Timnas Maroko akan berusaha melakukan perjalanan terbaik di Piala Dunia. Tepatnya pada 1986, saat berhasil lolos ke Babak 16 Besar.

Satu di antara kekuatan Maroko yakni kemungkinan Vahid Halilhodzic akan memaksimalkan peran para pemain muda. Situs FIFA merilis, ada beberapa bintang baru Maroko kemungkinan akan makin bersinar di penghujung tahun mendatang.

Azzedine Ounahi

Salah satu bintang baru Maroko yakni ada Azzedine Ounahi. Ia yang kini berkarir di Prancis bersama Angers. Gelandang yang akan berusia 22 tahun pada 19 April mendatang ini, tampaknya memiliki kapasitas baik sebagai playmaker dan finisher. Hal itu terbukti saat berhasil meraih dua gol ke gawang Republik Kongo. Bahkan berhasil membawa negaranya ke Piala Dunia 2022.

Abdessamad Ezzalzouli

Nama berikutnya yakni ada Abdessamad Ezzalzouli. Pemain muda yang satu ini sudah tidak asing bagi sebagian publik Indonesia. Pemilik panggilan Abde ini sudah menjadi bagian dari tim utama Barcelona. Bahkan menjadi satu di antara masa depan klub raksasa Liga Spanyol. Pemain Maroko ini muda, dinamis dan cepat. Dengan karakter yang dimilikinya, tentu akan sangat berguna bagi Maroko saat menghadapi lawan-lawannya dari Eropa dan Kanada.

Chadi Riad

Bintang baru Maroko yang akan bersinar lainnya yakni Chadi Riad. Saat ini Chadi memang masih berada di tim muda Barcelona. Namun kemampuan fisik dan kreasinya di lapangan telah mendapatkan banyak pujian. Kehebatan Chadi akan menjadi penyeimbang yang baik. Apalagi saat Romain Saiss dan Nayef Aguerd sedang mengalami cedera atau absen.

Imran Louza

Nama berikutnya adalah Imran Louza yang memiliki kapasitas dan menjadi kekuatan timnas Maroko. Pemain muda 22 tahun ini menjadi bagian yang penting dari strategi Vahid Halilhodzic. Bahkan menjadi kejutan apabila sang pemilik nomor punggung 7 itu dipakai di Qatar.

Zakaria Aboukhlal

Nama berikutnya yakni ada Zakaria Aboukhlal, penyerang 22 tahun yang memiliki kecepatan dan pengalaman. Eredivisie menempanya sebagai penyerang yang licin. Satu satu kelebihan yang dimilikinya kemampuan untuk ikut membantu pertahanan.

Aksi-aksi bintang Timnas Maroko serta dari 31 negara peserta Piala Dunia 2022, tentunya akan menjadi tontonan menarik pada 21 November hingga 18 Desember 2022. EMTEK Group melalui Surya Citra Media Tbk berperan sebagai pemegang atas hak siar pertandingan Piala Dunia tahun 2022. Selain itu, juga bersiap dalam memberikan sajian yang istimewa di sepanjang turnamen.

Para penikmat sepak bola, terutama panggung Piala Dunia Qatar 2022, bisa juga menyaksikan bintang baru Maroko yang akan bersinar saat Piala Dunia 2022. Bahkan dapat merasakan euphoria luar biasa menggunakan platform-platform media yang dimiliki EMTEK Group. Selain itu, bisa juga menyaksikan melalui stasiun televisi Free To Air yakni SCTV, Indosiar, dan O Channel.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)