Berita


Juventus taklukkan Brescia 2-0 tanpa Ronaldo

Juventus menaklukkan Brescia yang tampil dengan 10 pemain sejak babak pertama. Bermain tanpa Cristiano Ronaldo, Bianconeri menang 2-0. Bertanding di Allianz Stadium pada Giornata ke-24 Liga Italia, Minggu (16/2/2020) malam WIB, Juventus mengistirahatkan Cristiano Ronaldo di laga ini. Hal itu dilakukan karena Si Nyonya Tua akan menghadapi Olympique Lyon di 16 besar Liga Champions tengah pekan nanti.

Tuan rumah tampil dominan sejak menit awal laga. Dikutip dari Opta, mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 68 persen dibanding 32 persen milik Brescia. Leonardo Bonucci dkk mendapat keuntungan setelah Brescia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38. Florian Aye menerima kartu kuning kedua karena melanggar Aaron Ramsey.

Pelanggaran Aye ini juga harus dibayar mahal oleh Brescia. Pasalnya, hadiah tendangan bebas bisa dikonversi menjadi gol oleh Paulo Dybala. Juventus menutup laga ini dengan kemenangan 2-0 berkat gol dari Juan Cuadrado di menit ke-75. Tambahan tiga angka membawa Juventus ke puncak klasemen dengan 57 poin.

Mereka menggusur Inter Milan dengan keunggulan tiga angka. Nerazzurri sendiri baru akan bermain setelah ini dengan menghadapi Lazio. Sementara untuk Brescia, kekalahan atas Juventus membuat mereka tetap di posisi ke-18. Pasukan Diego Lopez masih berjuang untuk keluar dari jurang degradasi usai baru mengumpulkan 16 poin.

Maurizio Sarri memimpin Juventus menorehkan rekor nyaris sempurna di kandang musim ini. Juventus belum terjungkal di Turin setelah memenangi 16 dari 17 laga kandang pertamanya di sepanjang 2019/20. Sarri menjadi pelatih kedua yang mencapai torehan itu dengan Juve setelah Carlo Parola pada 1960.

“Kami melakukan apa yang harus dilakukan,” kata Sarri usai pertandingan. “Tadi itu adalah sebuah start yang lumayan, sekalinya kami memecah kebuntuan, kami memperlihatkan kesabaran. Tiga kali mengenai mistar gawang, dan lebih dari mendapatkan kemenangan,” imbuh alenatore Juve itu. Giorgio Chiellini kembali tampil usai enam bulan berkutat dengan cedera.

Ia mendapat sambutan meriah di laga comebacknya saat Juventus melawan Brescia. Chiellini bermain menggantikan Leonardo Bonucci di menit ke-77. Bek 35 tahun ini mendapatkan tepuk tangan dari seisi stadion kala memasuki lapangan. Ini menjadi laga comeback Chiellini setelah kurang lebih enam bulan berkutat dengan cedera ACL pada lutut kanannya. Ia mengalami cedera saat berlatih dengan Juventus pada Agustus tahun lalu.

Cedera tersebut terjadi beberapa hari setelah Chiellini tampil pada pekan pembuka Liga Italia saat Juventus berhadapan dengan Parma. Di laga tersebut, ia bermain selama 90 menit dan mencetak gol tunggal kemenangan Juventus. Chiellini mengaku senang bisa kembali bermain dan melewati masa-masa sulitnya saat cedera.

Pria asal Italia juga berterima kasih kepada rekan setimnya yang telah berjuang keras untuk Juventus selama dirinya absen. “Bagian yang terburuk sudah berakhir dan sekarang bagian yang sulit akan datang. Hari ini, saya butuh suntikan tenaga, terima kasih untuk semuanya. Sekarang saya harus bekerja keras untuk membantu rekan tim saya,” ujar Chiellini.

“Saya kini berada di tim yang berada di puncak klasemen Serie A, melaju cukup baik di Coppa Italia dan lolos ke 16 besar Liga Champions. Saya berterima kasih kepada rekan tim saya selama lima setengah bulan ini. Saya berharap bisa memberikan motivasi kepada para pemain yang sudah banyak bermain,” ungkapnya menambahkan.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Dalam dua Tahun Terakhir ini, Lionel Messi dikabarkan menghasilkan rekor yang cukup buruk

Kini dengan salah satu seorang pemain yang bernama Lionel Messi mencetak rekor yang sangat buru di dalam dua tahun terakhir, setelah dengan adanya seorang pemain bintang dari Argentina itu telah tidak pernah menjalani tiga pertandingan di La Liga tanpa mencetak gol pada sejak di bulan Febuari 2018 lalu.

Dan sehingga dengan kali ini, Lionel Messi tidak akan pernah mencetak gol di dalam tiga laga, tetapi ia akan sudah berikan sebanyak lima assist untuk bersama rekan-rekan satu timnya.

Di dalam pertandingan markas Real Betis, Senin (10/2) WIB, bintang Barcelona itu gagal mencantumkan namanya dalam daftar pencetak gol di Villamarín, di mana sebelumnya ia juga bukukan catatan sama di laga melawan Valencia dan Levante.

Namun, penampilan terburuknya dalam dua tahun ini bukan karena kurangnya usaha yang dilakukan Messi. Pasalnya, penyerang berusia 32 tahun itu telah mengirim 22 tembakan dalam rentetan pertandingan tersebut. Tentu saja, Messi masih berhasil berikan kontribusinya pada Blaugrana dengan cara lain.

Di Valencia, Jaume Doménech menonjol di lini pertahanan terakhir. Dalam laga melawan Levante, Messi dinilai bermain kurang akurat, sedangkan di Seville dia bertemu Joel. Lebih dari 20 tembakan tanpa gol biasanya dianggap sebagai berita yang mengkhawatirkan bagi seorang penyerang. Tapi, tidak demikian dengan  tetapi dengan Messi perasaannya adalah bahwa hanya ada sedikit yang perlu dikhawatirkan.

Rasa frustrasi yang mungkin dirasakan sejumlah kalangan, Messi sendiri yang paling kecewa, bahkan marah, tentang situasi ini, terutama untuk kesempatan yang ia sia-siakan saat hadapi Athletic Bilbao, yang membuat mereka tersngkir dari Copa del Rey.

Hal positif bagi timnya, tentu saja, meskipun ia tak mencetak gol dia masih membantu rekan satu timnya untuk mencetak gol. Melawan Betis ia berikan tiga assist, dan ada dua assist lainnya keduanya untuk Ansu Fati, dalam pertandingan Levante.

Hattrick assist tersebut baru pernah dibukukan dua kali sebelumnya oleh Lionel Messi di LaLiga. Yakni di laga melawan Rayo pada musim 2011/12 dan Getafe pada 2015/16. Tentunya, ini bukan pengganti yang buruk bagi Messi yang tak bukukan gol di tiga laga terakhir Barca.

Apakah kurangnya gol berlanjut atau tidak, ternyata tidak ada yang mengkhawatirkan situasi Messi ini di lapangan. “Dia dulu selalu mencetak gol.” Kata Guillermo Amor, direktur klub Hubungan Kelembagaan Barca, seperti dilansir AS.

Meskipun tidak mencetak gol, dia akan tetap berusaha untuk bermain dengan penampilan cukup yang cukup bagus dan baik. Dan sehingga ia juga mempunya permainan yang sangat cukup hebat dan sangat terlibat di dalam tim.” Tambahannya.

“Jika dia tidak mencetak gol, dia bisa membantu untuk itu. Dia benar-benar berharga bagi kita. Dia punya banyak peluang dan selalu punya peluang. Anda harus bertanya kepadanya apakah dia marah, tapi kami mencoba untuk menyelesaikan masalah kami secara internal.” Ungkapnya.

Bahkan lebih banyak perhatian dibandingkan biasanya telah difokuskan pada reaksi Messi di lapangan, sepekan setelah terjadinya ketegangan usai wawancara Eric Abidal.

 

Lionel Messi tampaknya telah menutup krisis itu secara internal setidaknya sampai musim panas, dan telah bermain dengan komitmen dan upaya di Bilbao dan Villamarín. Barca itu tidak bisa memenangkan gelar, kecuali kemampuan Messi dalam mencetak gol dipertanyakan. Pemain bernomor 10 Barcelona itupun dipastikan akan mencoba untuk mengakhiri langkahnya yang tidak biasa pada Sabtu (15/2) ini, di laga melawan Getafe.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Manchester United ditahan imbang Wolverhampton 0-0

Kehadiran Bruno Fernandes belum mampu membawa Manchester United meraih kemenangan saat menghadapi Wolverhampton Wanderers. Setan Merah tertahan 0-0. Berlaga di Old Trafford pada laga pekan ke-25 Liga Inggris, Sabtu (2/2/2020) dini hari WIB, MU langsung menurunkan rekrutan anyar mereka, Bruno Fernandes. Tuan rumah tampil dominan dalam penguasaan bola. Mereka mencatatkan 64 persen penguasaan bola dibanding 36 persen milik Wolves. Namun serangan MU tak cukup efektif.

Dari tembakan 14 tembakan yang dilepaskan MU hanya lima yang mengarah ke gawang Wolves. Hal serupa dialami tim tamu, mereka membuat 14 upaya dengan hanya tiga yang tepat sasaran. Kedua tim gagal membuat gol hingga laga usai. Hasil imbang ini membuat MU dan Wolves kini sama-sama mengumpulkan 35 poin, tapi MU berhak berada di posisi lebih baik karena keunggulan selisih gol. Skuat Ole Gunnar Solskjaer berada di urutan keenam. Sedangkan Wolves satu tingkat di bawahnya. Hasil ini juga memperpanjang puasa kemenangan MU. Sebelum diimbangi Wolves, Setan Merah berturut-turut dikalahkan Liverpool dan Burnley. Kesamaan MU pada tiga laga itu adalah tidak mencetak gol sama sekali untuk pertama kalinya sejak Oktober 2016..

Bruno Fernandes menandai debutnya bersama Manchester United dalam hasil seri 0-0 melawan Wolverhampton. Meski begitu, Fernandes tampak menjanjikan. Fernandes langsung dimainkan MU hanya tiga hari setelah direkrut dari Sporting CP. Gelandang Portugal itu bertandem dengan Juan Mata dan Daniel James di lini tengah dalam pertandingan. Selama 90 menit di atas lapangan, Fernandes tercatat membuat 111 sentuhan pada bola, dan membuat lima percobaan yang 3 diantaranya on target lebih banyak dari rekan setimnya. Fernandes juga memberikan kontribusi dalam hal bertahan. Ia membuat tiga kali dua kali tekel, tiga kali sapuan dan satu kali memblok tendangan lawan.

Manajer Man United Ole Gunnar Solskjaer memuji penampilan pemain barunya itu. “Bruno Fernandes akan menjadi seorang pemain top. Beri dia waktu dan dia akan menjadi sebuah tambahan yang sangat bagus untuk kami,” kata Solskjaer. “Kami menempatkan dia di posisi yang lebih dalam agar dia menjaga bola dan saya pikir dia dan Fred tampil sangat bagus.”

“Sikap, senyum dia, segalanya tentang dia adalah sebuah dorongan untuk setiap orang. Dia adalah seorang profesional terbaik dan dia itu seorang pemenang. Hari ini kita melihat sedikit dari karakternya dan kita akan melihat lebih banyak lagi.” Gary Neville merasa Bruno Fernandes layaknya Juan Sebastian Veron saat bermain di posisi nomor 10. Ia tampil lebih baik usai ditarik sebagai gelandang tengah.

Legenda The Red Devils ini juga menyoroti penampilan tak cukup baik Fernandes saat bermain sebagai gelandang serang di babak pertama. Ia merasa pemain 25 tahun ini baru tampil menjanjikan saat ditarik Solskjaer menemani Fred sebagai gelandang tengah selepas jeda. “Di babak pertama dia berada bermain di posisi nomor 10. Dia sedikit mengingatkan saya pada apa yang dilakukan Juan Sebastien Veron ketika dia pertama kali datang ke MU,” ujar Neville dikutip dari Sportskeeda.

“Dia bergerak liar ke segala sisi. Dia sibuk mencari tempat tetapi tidak benar-benar bermain dalam posisinya. Saya lebih suka dia di babak kedua. Dia sedikit lebih mampu mengontrol situasi dan saya pikir ini adalah debut yang cukup baik darinya,” tuturnya menjelaskan.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Luke Shaw merasa kecewa karena gagal mendapatkan Poin

Luke Shaw kesal karena dengan rangkaian hasil mengecewakan dari Manchester United padahal memiliki peluang emas memperpendek jarak dengan Chelsea.

The Red Devils yang lagi memperebutkan hati pangeran Arab gagal telah memanfaatkan keunggulan bermain di kandang melawan Wolverhampton, Minggu (02/02) dini hari WIB kemarin, dengan tanpa ada gol tercipta sepanjang 90 menit.

Dan sehingga dengan hasil tersebut telah membuat posisi United di geser keluar dari zona Eropa oleh Sheffield United yang mampu menang tipis 1-0 atas Crystal Palace, Sabtu (01/02) malam WIB kemarin.

Padahal sebelumnya United berpeluang memperpendek jarak dengan The Blues, yang meraih hasil imbang 2-2 lawan Leicester City tapi sekarang anak asuh Ole Gunnar Solskjaer ini hanya bisa duduk di peringkat keenam papan klasemen sementara.

Sehingga dengan kegagalan memperpendek jarak dengan Chelsea ini telah sayangkan oleh kepada Luke Shaw karena akan tetap bisa bangkit setelah jeda libur pada saat musim dingin nanti.

“Sejujurnya dengan hasil ini sangat sangat cukup mengecewakan, khususnya dengan bagaimana laga-laga dimainkan belakangan ini.” Aku Shaw.

Kami masih belum mampu untuk mengumpulkan banyak poin dan hari ini menjadi sebuah pukulan telak bagi United setelah Chelsea gagal mengumpulkan poin penuh.”

“Dengan hasil-hasil mengecewakan ini seakan terus terjadi. Ketika tim-tim di sekeliling kami kehilangan poin, Man United tidak mampu memperpendek jarak dan oleh karenanya United menderita. Padahal kami membutuhkan kemenangan hari ini.”

Sekarang kami akan beristirahat untuk sementara waktu dan itu mengesalkan, tapi kami akan sedikit rehat dan akan segera menyambut laga penting [versus Chelsea, 18/02 WIB] ketika kembali nanti. dengan pertandingan kontra Chelsea merupakan laga besar dan yang sangat kami tunggu-tunggu.” Tambah Luke Shaw.

“Kami akan rehat untuk beberapa hari dan kemudian berlatih sangat keras untuk menyambut laga itu sebab kami sadar pertandingan itu akan sulit. Kami ingin memangkas jarak poin dan oleh karenanya Manchester United harus mengalahkan Chelsea.”

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Excelsior Bermain Imbang 2-2 dengan NAC Breda

Dalam laga match day ke 24 pada ajang kompetisi Liga Jupiler Belanda yang berlangsung hari Sabtu (1/2/2020) dini hari tadi di Van Donge & De Roo Stadion,tim tuan rumah Excelsior yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun harus puas dengan jumlah raihan satu poinnya usai hanya bisa bermain imbang 2-2 dengan lawannya NAC Breda. Dimana masing-masing gol yang tercipta didalam laga dini hari tadi dari tim tuan rumah Excelsior itu pun dipersembahkan oleh Rai Vloet dan Luigi Bruins. Sementara itu dua buah gol balasan dari tim NAC Breda itu pun dipersembahkan oleh Jan Paul Van Hecke dan Arno Verschueren.

Dalam jalannya laga yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah Excelsior yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat memberikan perlawanan yang ketat dan sengit pada saat menjamu serta menghadapi lawannya NAC Breda. Dimana hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Excelsior dengan tim NAC Breda didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akhirnya tim tuan rumah Excelsior pun barulah bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu melalui raihan gol dari Rai Vloet. Sayangnya setelah itu skor 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Excelsior tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Excelsior yang masih unggul dengan skor 1-0 didalam laga babak pertama itu pun lantas masih tetap terlihat menjalani laga yang ketat dan berimbang dari awal mulainya laga babak kedua. Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa dengan adanya raihan poin positif yang nantinya bisa didapatkan oleh tim tuan rumah Excelsior itu pun akan bisa membuat mereka menduduki peringkat yang lebih baik lagi didalam papan klasemen yang tengah mereka duduki saat ini. Dilain sisi tim NAC Breda sendiri pun tentunya juga membutuhkan raihan poin positifnya tersebut agar nantinya mereka pun bisa tetap menjaga jarak selisih poinnya dengan tim yang ada diatas ataupun dibawah peringkat mereka saat ini.

Dimenit 73 pada babak kedua,tim tuan rumah Excelsior pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 melalui gol dari hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Luigi Bruins. Setelah itu berhasil memimpin dengan skor 2-0 tim tuan rumah Excelsior pun diharuskan untuk bisa tetap tampil dengan impresif agar nantinya mereka pun bisa mempertahankan keunggulannya tersebut hingga akhir pertandingan babak kedua. Namun tampaknya apa yang tengah didapatkan oleh tim tuan rumah Excelsior tersebut pun harus pupus begitu saja,karena tiga menit menjelang akhir laga babak kedua,tim NAC Breda pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 2-1 melalui raihan gol dari Jan Paul Van Hecke. Akan tetapi skor 2-1 yang baru saja didapatkan oleh tim NAC Breda tersebut pun tidak bertahan lama,sebab tim NAC Breda pun berhasil menyamakan kedudukannya menjadi imbang 2-2 dimenit-menit akhir laga babak kedua melalui raihan gol dari Arno Verschueren.

Dengan adanya jumlah raihan satu poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Excelsior pada dini hari tadi itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat ketujuh pada papan klasemen Liga Jupiler Belanda dengan jumlah raihan 37 poin. Sementara itu tim NAC Breda yang juga mendapatkan tambahan satu poinnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat keenam dengan jumlah raihan 39 poin.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Arsenal imbangi Chelsea 2-2

Chelsea dan Arsenal bermain imbang 2-2 dalam laga Premier League 2019-20 pekan ke-24 bertajuk Derby London yang digelar di Stamford Bridge, Rabu (22/1/2020) dini hari WIB. Setelah David Luiz diganjar kartu merah, Jorginho membawa Chelsea unggul lebih dulu dari titik putih. Gabriel Martinelli sukses menyamakan skor di pertengahan babak kedua.

Chelsea sepertinya akan memenangi pertandingan setelah Cesar Azpilicueta mencetak gol. Namun, Hector Bellerin muncul sebagai penyelamat Arsenal untuk memaksa laga berakhir 2-2. Berkat hasil ini, Chelsea masih tertahan di peringkat empat klasemen dengan poin 40, sedangkan Arsenal masih menduduki posisi ke-10 dengan poin 30.

Arsenal menunjukkan kegigihan dan mentalitas tangguh dalam pertandingan ini. Dua kali tertinggal, The Gunners mampu menyamai skor dengan 10 pemain. David Luiz dikartu merah karena menjatuhkan Tammy Abraham yang tinggal menghadapi gawang. Bermain dengan 10 orang tak membuat Arsenal berkecil hati. Anak-anak London utara malah menyamakan kedudukan lewat Gabriel Martinelli dalam sebuah serangan balik pada menit ke-63.

Situasi lebih berat dihadapi Arsenal ketika Cesar Azpilicueta kembali menempatkan tuan rumah dalam posisi memimpin di menit ke-84. Lagi-lagi tim arahan Mikel Arteta ini mampu bereaksi dan menyeimbangkan skor tiga menit berselang lewat Hector Bellerin. Gol Hector Bellerin menandai tembakan kedua Arsenal di pertandingan ini. Opta mencatat selama 90 menit, hanya dua tembakan yang dicatatkan Arsenal dengan seluruhnya on target dan jadi gol. Sementara tuan rumah mencatatkan penguasaan bola hingga 59% dan punya 19 tembakan di mana delapan mengarah ke gawang.

Mikel Arteta gembira melihat penampilan Arsenal di markas Chelsea. The Gunners menunjukkan reaksi kuat meski situasinya sulit. “Saya sangat puas dengan reaksi anak-anak. Melakukannya melawan lawan seperti Chelsea di stadion ini, saya sangat menghargainya. Cara mereka melakukannya, dengan semangat yang mereka miliki, luar biasa,” ujar Manajer Arsenal, Mikel Arteta.. “Ketika seseorang membuat kesalahan Anda berharap rekan setim Anda bangkit dan mereka menunjukkan keyakinan itu, saya sangat terkesan akan hal tersebut,” tambahnya.

Gabriel Martinelli terpilih menjadi pemain terbaik dalam laga ini. Martinelli bermain impresif hampir sepanjang ia berada di lapangan sebelum digantikan Joe Willock jelang laga usai. Meski masih berusia 18 tahun, akan tetapi Martinelli terlihat tak canggung bermain di laga sebesar Derby London. Proses gol Martinelli sendiri terbilang istimewa. Menguasai bola dari daerah pertahanan timnya sendiri, remaja asal Brasil itu berlari kencang tanpa bisa dihentikan pemain Chelsea sebelum melepas tembakan menjadi gol.

Hingga kini Martinelli sudah tampil sebanyak 21 kali dengan menciptakan 10 gol dan dua assist di semua kompetisi, sebuah catatan luar biasa bagi seorang remaja 18 tahun dalam musim pertamanya di Inggris. Lebih lanjut, Arteta juga menyanjung kerja keras yang ditunjukkan anak asuhnya. Bagi Arteta, hasil imbang 2-2 di markas Chelsea sudah dianggap menjadi hasil yang luar biasa.

“Saya tak ada di sini pada beberapa pekan lalu tapi apa yang saya tuntut setiap hari mereka mencoba berusaha sebaik mungkin. Beberapa pemain bermain di posisi yang berbeda. Kebersamaan dan kepemimpinan yang mereka tunjukkan hari ini, inilah yang sangat ingin lihat. Ini sangat penting bagi perkembangan. Kami tengah berproses dan menuju ke arah yang benar tapi saya rasa malam ini adalah malam yang spesial bagi semuanya,” tukas Arteta.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Millwall Dipermalukan Barnsley

Barnsley naik dari bagian bawah tabel Championship setelah sundulan Patrick Patrick yang terakhir membuat mereka menang 2-1 atas Millwall di Den sebab Pengganti Aiden O’Brien tampak telah mengamankan poin bagi tim tuan rumah ketika ia bergabung untuk membatalkan serangan babak pertama Conor Chaplin dengan lima menit tersisa Tetapi pada saat-saat akhir waktu penghentian, Schmidt, yang datang hanya enam menit sebelumnya, naik tertinggi untuk menuju sudut dan memastikan pasukan Gerhard Struber mencatat kemenangan secara beruntun untuk pertama kalinya musim ini Millwall telah mendominasi tahap awal tetapi tidak bisa menciptakan peluang yang jelas melawan pertahanan Tykes yang tegas dan Semua peluang terbaik tim tuan rumah di babak pertama jatuh ke tengah-tengah Jake Cooper – ancaman konstan dari bola mati sebab Pertama, bek besar itu beberapa inci jauhnya dari pertemuan umpan silang dengan gol menganga dan kemudian dua kali ia sampai di akhir pengiriman Jed Wallace, hanya untuk melebar Dari permainan terbuka, sisi Gary Rowett sama sekali kurang mengesankan, sundulan Tom Bradshaw dari 12 meter hanya upaya mereka sebelum istirahat yang tidak berasal dari set-piece bahkan Barnsley mulai tumbuh dalam kepercayaan ketika babak pertama berlangsung tetapi itu masih tegas terhadap permainan ketika mereka memimpin – pada kenyataannya itu dari tembakan pertama mereka dari deskripsi.

Tapi itu sepadan dengan menunggu karena Chaplin dengan indah mengalihkan umpan silang Jacob Brown ke Bartosz Bialkowski dan ke sudut jauh dan Itu adalah gol ketujuh dalam tujuh pertandingan untuk striker in-form, yang telah berhasil menemukan gawang hanya sekali musim ini sebelum Struber mengambil alih Dan bisa jadi 2-0 sebelum jeda, Bialkowski dipaksa menyelamatkan baik untuk menyangkal Chaplin setelah serangan balik cepat kemudian Barnsley memulai babak kedua karena mereka telah mengakhiri babak pertama, dengan Brown dan Alex Mowatt membawa penyelamatan dari Bialkowski ketika tim tamu mulai menyamakan keunggulan mereka di papan skor dengan kontrol di lapangan karena Millwall akhirnya mulai memberikan respons sekitar batas waktu. Cooper kembali mendekat dari sudut, mengalihkan pengiriman Shane Ferguson ke tanah dan kemudian naik dan melewati mistar, sebelum Bradshaw membalikkan umpan silang yang dikendalikan Wallace tepat di atas mistar Namun mereka gagal menguji Samuel Radlinger dengan satu tembakan ke gawang sampai lima menit terakhir, ketika pemain pengganti Matt Smith dan O’Brien bergabung untuk menyamakan skor – yang terakhir mengangguk di sundulan awal pemain dari jarak dekat.

Itu seharusnya sudah cukup untuk mendapatkan tuan rumah poin yang hampir tidak layak mereka dapatkan tetapi mereka gagal membersihkan sudut akhir dan Schmidt menemukan ruang untuk pulang sebagai pemenang yang dramatis kemudian Millwall’s Gary Rowett: Saya kecewa. Cara permainan berakhir Anda akan selalu frustrasi dan kesal. Kami tidak bermain sebaik yang kami inginkan. Saya pikir selama 38 menit pertama kami benar-benar bagus, hanya tanpa keunggulan di ujung atas lapangan dan Ini mirip dengan beberapa pertandingan kandang kami yang lain di mana kami memiliki mantra pembuka yang sangat bagus, kami belum mencetak gol atau menciptakan peluang yang jelas yang layak dimainkan oleh permainan itu dimana Barnsley’s Gerhard Struber: “Bagi kami itu adalah kemenangan yang sangat, sangat penting, itu baik untuk jiwa kami, untuk pikiran kami dan untuk kepercayaan diri kami. Kami menciptakan babak kedua yang sangat baik. Di babak pertama kami memiliki beberapa masalah pada bola , posisi kami tidak jelas dan kami memberikan bola sederhana.

 

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Vertonghen meminta maaf atas nama Tottenham setelah dugaan rasisme terhadap Rudiger

Sosok senior di ruang ganti Spurs berpikir setiap penggemar yang tertangkap melakukan cemoohan ras harus dilarang menghadiri pertandingan. Jan Vertonghen telah mengeluarkan pernyataan kuat atas nama skuad Tottenham untuk mengatakan mereka tidak ingin ada pendukung rasis di klub mereka setelah seorang penggemar diduga telah melecehkan bek Chelsea Antonio Rudiger dengan nyanyian monyet.

Insiden itu terjadi setelah menit ke-63 pertandingan Minggu di Stadion Tottenham Hotspur setelah Son Heung-min dikeluarkan dari lapangan karena menendang Rudiger saat kekalahan 2-0 Spurs.

Rudiger kemudian ditampilkan di kamera memberi isyarat bahwa ia telah mendengar nyanyian monyet dan kapten klub Cesar Azpilicueta memberi tahu wasit Anthony Taylor mengenai insiden itu.

Protokol FIFA diimplementasikan di stadion yang menyebabkan pengumuman pada sistem speaker di lapangan yang mengatakan bahwa ‘perilaku rasis di antara penonton mengganggu permainan’.

Vertonghen telah menyerukan tindakan tegas untuk diambil jika terdakwa terbukti bersalah dan dia tidak menginginkan pendukung rasis datang ke stadion timnya di London utara.

“Seharusnya tidak ada di sana. Saya hanya tidak bisa memahami bagaimana orang masih melakukan ini,” kata pria berusia 32 tahun itu kepada wartawan.

“Saya tidak punya kata-kata untuk itu. Jika ada pemain mereka atau pemain kami yang terkena dampak maka saya minta maaf atas nama Spurs, tetapi mereka adalah idiot minoritas. Kami tidak mengidentifikasi dengan orang-orang ini.

“Saya tidak mendengar apa-apa, tetapi jika hal-hal ini masih terjadi itu memalukan dan kita harus bertindak keras melawannya. Saya tidak tahu bagaimana orang masih, atau pernah, berpikir seperti ini.

“Kadang-kadang Anda berpikir orang lebih pintar dari ini. Saya sangat yakin itu hanya minoritas, tetapi itu sangat salah.

“Saya tidak tahu bagaimana Anda memperbaiki para idiot ini, tetapi ini adalah kesempatan bagi orang yang tepat untuk bertindak keras menentangnya. Tidak hanya di sini, tidak hanya di negara ini, tetapi di Belgia, di Belanda, di negara lain di mana saya menonton sepakbola , ini masalah di mana-mana dan ini adalah kesempatan lain untuk membuat pernyataan. ”

Tottenham telah melarang suporter karena melemparkan pisang ke striker Arsenal Pierre Emerick Aubameyang pada 2018, sementara Chelsea, Manchester United, Liverpool dan The Gunners adalah salah satu klub yang harus menghadapi insiden serupa di antara penggemar mereka sendiri musim ini.

Pemain internasional Belgia, Vertonghen, masih berpendapat bahwa sepakbola Inggris lebih unggul dari negara-negara lain dalam perang berkelanjutan melawan rasisme dan percaya bahwa ada masalah global yang memburuk dengan diskriminasi.

“Perasaan umum saya adalah bahwa di Inggris mereka bertindak kuat dan mungkin mereka harus bertindak lebih kuat,” tambah Vertonghen. “Saya pikir di luar Inggris, dan saya berbicara tentang UEFA dan asosiasi sepakbola lain di negara-negara Eropa mereka bisa melakukan yang lebih baik.

“Cara saya melihatnya adalah masih ada di mana-mana, bukan di berbagai negara saya bermain tidak ada sama sekali. Saya selalu melihat Inggris sebagai salah satu negara yang unggul dalam masyarakat multi-budaya.

“Itulah sebabnya saya mencintai London, itu sebabnya saya mencintai Inggris dan fakta bahwa di negara ini di mana saya pikir mereka lebih unggul dari negara lain, itu menyakitkan. Bukan hanya masalah di stadion ini atau di London atau Inggris , itu ada di mana-mana di dunia dan itu salah. ”

Striker Blues Tammy Abraham memuji para pemain Spurs karena mendukung Rudiger setelah insiden tersebut sementara klub juga mengatakan bahwa mereka telah memulai penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan tersebut.

Pemenang pertandingan Chelsea adalah Willian, yang mencetak kedua gol dalam kemenangan tandang vital untuk menciptakan jarak enam poin antara mereka dan Spurs.

Willian mengatakan bahwa ia ingin penggemar menerima larangan dari semua stadion Inggris jika mereka terlibat dalam insiden rasis.

“Tentu saja, sulit untuk melihat situasi [rasisme] ini. Kami ada di sana; kami berada di dalam lapangan untuk melakukan pekerjaan kami dan melakukan yang terbaik,” kata pemain Brasil itu.

“Sulit ketika situasi ini terjadi. Jadi kami, di dalam lapangan, kami harus tetap berkonsentrasi dan menyerahkan keputusan kepada wasit dan kami melakukannya.

“Sayang sekali, kita harus menemukan solusi untuk menghentikan hal semacam ini. Saya pikir orang-orang yang melakukan ini pada Toni tidak harus berada di stadion mana pun.

“Saya pikir mereka harus menemukan solusi untuk berhenti. Saya pikir kami hanya melaporkan kepada wasit situasi dan kami terus melakukan ini.”

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Hasil Pertandingan Premier League 22 Desember: Manchester City 3-1 Leicester City

The Citizens berhasil meraih kemenangan pada pekan ke 18 Premier League 2019/20. Pada duel sengit saat menjamu Leicester City di Etihad Stadium, pada hari Minggu (22/12) dini hari wib. Laga antara dua tim papan atas ini dimenangkan oleh City dengan skor 3-1.

The Foxes sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Jamie Vardy di menit 22. Hingga akhirnya tuan rumah mampu membalikkan kedudukan lewat gol dari Riyad Mahrez menit 30 dan sebuah penalti Ilkay Gundogan menit 43. Dibabak kedua, Gabriel Jesus ikut menyarangkan gol kemenangan City di menit ke 69.

Dengan Hasil ini sebenarnya tak mengubah posisi City maupun Leicester di klasemen sementara. Namun, City kini hanya terpaut satu poin atas Leicester diperingkat kedua dengan 39, dan City dengan poin 38 ditempat ketiga.

Jalannya pertandingan dibabak pertama ini sudah bisa dibilang berjalan dengan cukup ketat. Tuan rumah langsung tampil menekan sejak menit pertama dimulai, sementara sang tamu mencoba mengimbangi permainan mereka dengan serangan serangan balik yang cukup membuat kerepotan tuan rumah.

Peluang pertama didapat oleh Kevin De Bruyne di menit ke 14 lewat tendangan kerasnya, namun hanya membentur tiang gawang Leicester. Tiga menit berselang, giliran Jesus yang memiliki dua peluang langsung mencetak gol, namun Kasper Schmeichel mampu mampu menghalau dua peluang beruntun tersebut dengan cukup baik.

Keasyikan menyerang, City justru harus kebobolan terlebih dahulu di menit ke 22 lewat gol Vardy. Berawal dari serangan balik cepat, umpan panjang dari Harvey Barnes berhasil dikejar oleh Vardy dengan melewati pertahanan City sebelum akhirnya melepaskan tendangan lob melewati terjangan kiper Ederson, skor pun kemudian berubah menjadi 0-1.

Tertinggal satu gol, membuat City kembali tampil ofensif. Mereka kembali mendapatkan peluang bagus di menit ke 25 lewat sontekan Sterling, namun kali ini gawang masih bisa diselamatkan oleh Schmeichel. Tiga menit kemudian, Vardy kembali mengancam gawang City lewat serangan balik, tapi kali ini sepakannya mampu dihalau Ederson dengan baik.

Hingga akhirnya saat laga memasuki menit ke 30, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan lewat Mahrez. Mendapatkan umpan terobosan dari Benjamin Mendy, Mahrez kemudian menerobos kedalam kotak pinalti sebelum akhirnya melepaskan sepakan keras ke gawang mantan klubnya. Bola tampak membentur Caglar Soyuncu sebelum akhirnya bergulir masuk ke gawang.

Selanjutnya, City terus gencar melakukan serangan. Hingga akhirnya tuan rumah berhasil berbalik unggul lewat titik putih. Hadiah pinalti diberikan oleh wasit setelah Raheem Sterling dilanggar oleh Ricardo Pereira didalam kotak terlarang. Gundogan yang maju sebagai eksekutor berhasil menaklukkan Schmeichel. Skor kemudian berubah menjadi 2-1 dan terus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim masih tak mengalami perubahan berarti. City terus melakukan serangan dan mendominasi permainan mereka. Pergantian sempat dilakukan oleh kedua pelatih seiring berjalannya babak interval ini. Leicester terus berupaya untuk menyamakan kedudukan, namun laju mereka terus terhenti lini pertahanan tuan rumah.

Alih alih menyamakan skor, Leicester justru kembali kebobolan saat laga memasuki menit ke 69 lewat Jesus. Menerima umpan crossing mendatar dari De Bruyne dari sisi kanan serangan, Jesus yang berdiri bebas tanpa terkawal kemudian berhasil menyontek bola melewati sang kiper dan masuk ke dalam gawang Leicester. Skor pun kembali berubah menjadi 3-1 untuk City.

Di sisa waktu, City tampak sedikit menurunkan tempo permainan, sementara Leicester juga tak mampu mengembangkan permainan mereka. Hingga akhirnya, skor 3-1 ini terus bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Susunan pemain kedua tim:

Man City (4-3-3): Ederson Moraes, Kyle Walker, Nicolas Otamendi, Fernandinho, Benjamin Mendy, Bernardo Silva, Ilkay Guendogan (Rodri 78′), Kevin De Bruyne (Sergio Aguero 90′), Riyad Mahrez, Gabriel Jesus, Raheem Sterling (Philip Foden 89′).

Manajer: Josep Guardiola.

Leicester (4-1-4-1): Kasper Schmeichel, Ricardo Pereira, Jonny Evans, Caglar Soyuncu, Ben Chilwell, Wilfred Ndidi, Ayoze Perez (Demarai Gray 68′), Youri Tielemans (Dennis Praet 76′), James Maddison, Harvey Barnes (Marc Albrighton 64′), Jamie Vardy.

Manajer: Brendan Rodgers.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Frank Lampard tunjukkan kemampuannya kepada terhadap Mourinho

Frank Lampard bersumpah akan tunjukkan kepada Jose Mourinho apa yang bisa dia lakukan ketika Chelsea bertemu Tottenham, Minggu (22/12) malam.

Lampard dipastikan akan menikmati reuni istimewa dengan mentornya, Jose Mourinho, di kandang Tottenham akhir pekan ini. Pelatih asal Portugal itulah yang memandu tahun-tahun terbaik Lampard sebagai pemain di Chelsea, dan akan berada di ruang ganti tim tuan rumah setelah ia mengambil alih posisi pelatih di Spurs bulan lalu.

Perjalanan the Blues ke London utara ini, telah ditandai spidol merah di atas kalender, bahkan sejak hari Lampard ditunjuk sebagai manajer di Stamford Bridge.

Tapi, kini fakta bertambah karena dia akan hadapi Jose Mourinho, di saat The Blues tengah berada dalam performa tak bagus di ajang, liga usai lakoni awal cerah musim ini. Bisa dipastikan, ini akan menjadi kesempatan besar bagi pelatih 44 tahun itu.

“Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang istimewa. Ini akan menjadi sesuatu yang perbedaan bagi saya, dan juga baginya, karena kami profesional, kami terpacu. Kadang-kadang ketika Anda bertemu seseorang yang pernah bekerja dengan Anda, hal itu bisa mendorong Anda sedikit lebih baik dengan cara terbaik.” Tandas Frank Lampard kepada BBC.

“Dia pasti akan ngotot berusaha mengalahkan kita. Tentu saja, saya ingin melawan yang terbaik. Ketika saya melawan Pep Guardiola dan Jurgen Klopp musim ini, Anda ingin mengatakan, ‘Bisakah saya menunjukkan kepada manajer luar biasa ini, apa yang saya dan tim saya bisa lakukan’. Itu akan menjadi perasaan sama pada Mingg nanti.” Ungkap Lampard, seperti dilansir Standard Sport.

Lampard telah menaruh kepercayaan besar kepada para pemain muda di Chelsea musim ini. Tapi, dia juga menghadapi ujian terbesar dari filosofinya itu. The Blues memasuki pertandingan kontra Spurs ini dengan catatan terseok-seok di Liga Premier, dan bisa dilompati Spurs jika kalah akhir pekan ini.

Skuad Frank Lampard punya selisih hingga 12 poin di atas Spurs ketika mantan manajer mereka, Mauricio Pochettino, dipecat bulan lalu. Tapi, selisih itu berhasil ditutup Spurs hingga kini menjadi tiga poin saja, menyusul empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir Chelsea.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)