Guangzhou Evergrande Menyangkal Pendekatan Gareth Bale dan Pierre-Emerick Aubameyang


Guangzhou Evergrande secara terbuka menolak minat pada bintang-bintang Eropa seperti Gareth Bale dan Pierre-Emerick Aubameyang, bersikeras bahwa mereka akan fokus mengembangkan bintang mereka sendiri.

Dilatih oleh Fabio Cannavaro, klub Kanton telah menghindar dari impor blockbuster yang dibuat oleh beberapa saingan Superleague mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Kebijakan tersebut hampir tidak menyakiti mereka di lapangan, namun, dengan 2017 melihat mereka memenangkan gelar CSL ketujuh berturut-turut.

Kini, di tengah hubungan dengan striker Real Madrid, Bale, Aubameyang dari Dortmund dan Radja Nainggolan dari Roma, Guangzhou telah menguraikan laporan bahwa sebuah megastar berbasis di Eropa bisa berada di jalan.

“Dengan memperdalam reformasi sepakbola China dalam beberapa tahun terakhir, liga domestik membuat kemajuan yang luar biasa dan menikmati stadion yang penuh sesak,” kata klub tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Mulai tahun 2017, kami berpegang pada prinsip bahwa klub hanya akan membeli pemain asing yang perawakannya sesuai dengan tingkat sepakbola China saat ini.

“Kami dengan tegas menentang pembelian pemain asing dengan harga mahal dan pertunangan dalam perlombaan senjata. Sebaliknya, pengembangan pemain rumahan akan tampil tinggi dalam daftar prioritas kami.

“Kami akan berkomitmen penuh untuk proyek one-stop shop kami untuk Sekolah Sepak Bola Evergrande yang akan menyaksikan pemain setelah pemain melepaskan ban berjalan untuk memainkan sepak bola tim pertama.

“Kami secara bertahap akan mencapai target untuk menerjunkan skuad China pada tahun 2020 untuk memberi kontribusi pada perkembangan sepakbola China yang mantap, sehat dan berkelanjutan.”

Guangzhou Evergrande juga secara terang-terangan membantah rumor transfer Pierre-Emerick Aubameyang yang mengatakan klub kampiun Tiongkok tersebut sepakat mendatangkan pemain asal Gabon itu dengan mahar fantastis 72 juta euro.

Sejumlah laporan di Tiongkok meyebutkan bahwa Evergrande memenangi persaingan dengan Beijing Guoan untuk merekrut striker Borrusia Dortmund itu.

Namun bantahan dikeluarkan manajemen klub yang sukses meraih trofi Liga Champions Asia edisi 2013 dan 2015 tersebut lantaran adanya peringatan keras dari Federasi Sepakbola Tiongkok (CFA) soal adanya perang harga yang semakin melambung tinggi.

“Laporang yang mengatakan Guangzhou Evergrande membeli pemain aktif Bundesliga dengan nilai transfer yang lebih tinggi dari batas maksimal ketentuan regulasi CFA sama sekali tidak benar,” dikutip dari situs resmi Guangzhou Evergrande.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)
Social tagging: > >

Comments are closed.