Melihat Resiko Pencegahan City Bermain di Kancah Liga Champions


 

Beberapa simpatisan Manchester City tidak dapat rayakan pesta kelamaan. Sekarang ini, intimidasi besar tengah ke arah team yang paling disayangi mereka. Tidak tanggung-tanggung, Manchester City bisa jadi mangkir pada Liga Champions musim depan.

Kembang kempis napas fans Manchester City akan makin kencang, sebab sang juara Premier League 2018-2019 ini melawan gugatan serius berkaitan FFP. Tetapi ada pertanyaan yang mengganjal: Apa hukuman itu betul-betul dapat dijatuhkan pada mereka?

FFP adalah momok buat club kaya raya seperti Manchester City. Pada bulan Maret lalu, UEFA lakukan gerakan berdasar pada info dari Der Spiegel, yang dipercaya memperoleh data dari organisasi Football Leaks. Sesudah lama terbenam, masalah Manchester City dengan FFP kembali menyingkap waktu lalu.

Klaim dari New York Times, faksi investigasi UEFA mereferensikan hukuman larangan tampil di Liga Champions untuk The Citizens sepanjang setahun. Tetapi pertanyaannya ialah, apa Manchester City akan dijatuhi hukuman itu bila diketemukan melanggar FFP? Serta apa team lain seperti Manchester United atau Arsenal dapat diuntungkan dari hukuman itu?

Peluang Manchester City dijatuhi hukuman larangan tampil di pertandingan Eropa termasuk cukuplah kecil, ditambah dengan minimal waktu yang masih ada. Paling tidak UEFA harus selekasnya mengakhiri masalah itu sebelum pertandingan kwalifikasi Liga Champions diadakan bulan Juni kelak.

Proses penjatuhan hukuman itu sebetulnya memerlukan waktu yang lumayan lama. Serta UEFA harus memberi peluang pada Manchester City untuk ajukan banding. Dengan adanya ini, karena itu ada kemungkinan hukuman akan dibatalkan.

Tetapi bila semua betul-betul berlangsung, Manchester City akan punyai urusan dengan beberapa hukuman. Diantaranya ialah larangan ikut serta dalam bursa transfer musim panas kelak.

Seperti dalam Chelsea, Manchester City tengah diawasi oleh beberapa organisasi seperti FA serta FIFA masalah pembelian pemain muda yang dipandang menyalahi ketentuan. Chelsea, sesaat ini, sedang berusaha untuk keluar dari jeratan itu.

Saat ini pertanyaannya ialah: Adakah team yang sempat rasakan hukuman sama? Selama ini, baru AC Milan yang sempat ada dalam kondisi dimana mereka terancam tampil di pertandingan Eropa karena masalah Financial Fair Play.

Masih ingat bagaimana club raksasa Serie A itu berusaha keras untuk perjuangkan haknya main di Liga Europa musim 2018-019 ini. Selanjutnya, perjuangan mereka membawa hasil. Rossoneri diijinkan ikut serta di Liga Europa.

Tetapi beberapa ketentuan diserahkan kepada scuad bimbingan Gennaro Gattuso itu. Diantaranya ialah mereka harus selekasnya menyamakan neraca keuangannya sebelum bulan Juni tahun 2021 akan datang.

Selanjutnya, Milan dipakai hukuman penetapan scuad yang dapat diikutkan. Hukuman tersebut sempat dirasa oleh club kaya raya Prancis, PSG, pada musim 2013-2014 yang lalu. Serta selama ini, baru hukuman semacam ini yang sempat dirasa oleh beberapa club Eropa.

Bila Manchester City diberi hukuman, sudah sempat ada wawasan jika satu jatah tampil mereka akan diberikan pada club di luar tempat empat besar Premier League. Manchester United dimaksud yang akan rasakan keuntungan dari kondisi ini.

Seperti yang didapati, Premier League diijinkan mengirim empat club paling atas untuk main di Liga Champions pada musim selanjutnya. Untuk 2019/2020 kelak, Manchester City sebagai juara akan ditemani oleh Liverpool, Tottenham, serta Chelsea.

Disaksikan dari urutannya, karena itu Arsenal-lah yang semestinya patut untuk memperoleh jatah itu. Tetapi bila mereka sukses memenangi Liga Europa, jatah itu akan jatuh ke tangan Manchester United yang finish di rangking enam.

Demikian skenarionya, tetapi kelihatannya itu tidak berlangsung. Goal International meyakini jika kondisi itu tidak gampang menjadi fakta serta dipandang seperti fantasi semata.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)
Social tagging: > >

Comments are closed.