Serba Bisa, Eder Militao Siap Rebut Jatah Starter di Madrid


Eder Militao tahu persaingan di Real Madrid tidak akan mudah. Tapi, dengan kemampuannya bermain di banyak posisi, Eder yakin itu bakal membantu. Eder jadi salah satu pembelian Madrid musim panas ini. Dia didatangkan dari FC Porto dengan banderol 50 juta euro. Bukan harga murah untuk pemain yang relatif belum dikenal di sepakbola Eropa.

Namun, performa Eder bersama Porto melesat meski baru digaet dari Sao Paulo musim panas lalu. Bersama Porto, Eder tampil 47 kali di seluruh kompetisi dengan torehan lima gol dan empat assist. Alhasil Eder pun dipanggil masuk ke skuat Brasil yang menjuarai Copa America 2019, meski dia cuma tampil sekali dari bangku cadangan. Melihat penampilan Eder inilah, Madrid lantas kepincut dan rela menembus klausul dalam kontraknya.

Tapi, keputusan Madrid ini juga dipertanyakan mengingat Eder baru semusim bermain di Eropa dan usianya pun baru 21 tahun. Tidak mudah untuknya beradaptasi di klub sebesar Madrid yang menghadirkan persaingan begitu ketat. Untuk posisinya saja, Eder harus bersaing dengan Dani Carvajal, Jesus Vallejo, Nacho, Sergio Ramos, dan Alvaro Odriozola. Namun, Eder yakin kalau dia bisa bersaing karena punya nilai plus, yakni bisa bermain sebagai bek kanan dan bek tengah.

Bersama Porto, Eder memang lebih sering dipasang sebagai bek tengah dengan torehan satu gol dan satu assist dari 20 pertandingan musim lalu. Tapi, saat dijadikan bek kanan, Eder mampu bikin dua gol. “Saya pemain serba bisa, yang selalu senang dimainkan di posisi mana saja. Saya tidak suka kalah dan saya selalu berharap lebih dari diri sendiri. Saya sangat kompetitif dan sangat kompeten,” ujar Eder seperti dilansir situs resmi klub.

“Saya rasa persaingan memperebutkan tempat di tim inti akan sangat ketat. Saya datang untuk melakukan tugas saya memang tidak mudah, tapi saya akan selalu mendengarkan apa kata pelatih,” sambungnya. Saat perkenalan Eder Militao,  acara mesti diakhiri lebih cepat karena Eder merasa kurang sehat. Saat mendapatkan pertanyaan tentang masa depan Neymar, rekan setimnya di timnas Brasil, Eder tiba-tiba menghentikan jawabannya.

Pemain yang didatangkan dari Porto itu mengendurkan dasinya, lalu meminum segelas air.  “Aku merasa pusing, aku pusing, ini begitu emosional. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” kata Eder. Media oficer Madrid kemudian menyudahi konferensi pers dan Eder langsung dibantu untuk meninggalkan ruangan. Los Blancos tidak berkomentar tentang kondisi Eder, yang tampaknya hanya sementara saja. Padahal Eder lebih dahulu menjalani pemeriksaan medis hanya beberapa jam sebelum melakoni konferensi pers.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)
Social tagging: > >

Comments are closed.