Sonix Cup 2018 Uji Lapangan Baru


Turnamen Sanix Cup 2018 di Fukuoka, Jepang dari 15-18 Maret akan menjadi lapangan untuk skuad di bawah 19 tahun (B-19) untuk menguji filosofi sepak bola baru dalam upaya Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk memperkuat kualitas pertandingan sepak bola Nasional.

Pelatih Bojan Hodak,  mengatakan bahwa filosofi baru tersebut adalah untuk mendidik pemain muda dalam hal dominasi taktis dan teknis bola dan menciptakan sistem permainan seragam yang akan digunakan oleh masing-masing pelatih skuad nasional.

“Direktur Teknis FAM (Peter De Roo) telah menyarankan agar skuad nasional dari semua tahap harus memiliki gaya yang sama untuk menciptakan ritme gaya Malaysia. Ini lebih tentang mendidik pemain dalam hal taktis dan teknis sejak usia muda.

“Ketika datang untuk mewakili skuad, pemain akan lebih yakin memiliki bola karena ini adalah masalah internasional saat tidak dapat mempertahankan dominasi saat lawan memberi tekanan,” katanya kepada wartawan pada hari pertama B- 19 tempat latihan skuad di Wisma FAM pada hari Kamis.

Pada saat yang sama, Hodak mengatakan tidak ada target yang ditempatkan pada turnamen empat hari di Jepang, namun menekankan bahwa kemenangan di setiap pertandingan penting dan menjadi prioritas.

“Sementara itu, dia menginformasikan 21 dari 27 pemain yang dilaporkan pada hari pertama sesi latihan sementara enam pemain lainnya diperkirakan akan melaporkan Sabtu malam sebelum mengikuti sesi latihan di Johor Bahru, Senin depan.

Skuad nasional akan menghadapi tiga pertandingan persahabatan di Singapura melawan Warriors FC pada 6 Maret diikuti oleh skuad B-19 Singapura (8 Maret) dan Balestier Khalsa FC pada 10 Maret sebelum 22 pemain berangkat ke Fukuoka pada 12 Maret. Selain Malaysia, Rusia, Korea Selatan, Taiwan dan Jepang serta beberapa klub lokal di sana akan ambil bagian dalam turnamen tersebut.

Pada berita lain, CHIEF Recruiter Sven Mislintat mendesak posisi Arsene Wenger untuk diganti dengan wajah baru. Mislintat mengatakan kepada Julian Nagelsmann bahwa dia adalah orang yang tepat untuk mengambil peran manajerial di Emirates.

Nagelsmann menjadi pelatih termuda dalam sejarah Liga Jerman saat mengelola Hoffenheim pada usia 28 pada 2016 dan memimpin klub kualifikasi untuk Liga Champions untuk pertama kalinya. Bahkan Mislintat yakin permainannya sudah sesuai dengan skuad Arsenal dan mendesak manajemen untuk menunjuknya.

Posisi Wenger telah bergoyang-goyang, terutama setelah penghinaan Manchester City dua kali dalam minggu ini.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)
Social tagging: > >

Comments are closed.