Archives for Agen bola resmi


Gareth Southgate berhasil bisa membuat klubnya sangat terkenal di negara Inggris

Gareth Southgate duduk di seberang meja dari Keith Lamb, dan amarahnya meningkat dengan setiap kata yang didengarnya. Malam sebelumnya, Middlesbrough mengalahkan Derby di Stadion Riverside. Satu jam setelah peluit akhir, Southgate dipecat sebagai manajer klub.

Ketika dia bertemu ketua Steve Gibson di ruang rapat, setelah minum perayaan bersama stafnya, dia merenungkan apakah itu saat yang tepat untuk meminta striker dengan status pinjaman. Kemudian Gibson menyampaikan kabar itu. Meskipun kemenangan 2-0 melawan Rams pada Oktober 2009, Southgate keluar.

Sebagai gantinya, dia pulang dan duduk sendirian sampai jam 3 pagi, mencoba memproses semuanya saat dia menyusun daftar item yang dia butuhkan untuk kembali ke klub, metodis hingga yang terakhir.

bahwa Southgate terlalu terkejut untuk memperdebatkan sudutnya setelah mendengar berita itu, segalanya akan berbeda ketika ia mengunjungi tempat latihan keesokan harinya dan berbicara dengan CEO Middlesbrough.

Dalam upaya untuk menjelaskan waktu keputusan, Lamb mengungkapkan bahwa ia telah mewawancarai Gordon Strachan beberapa minggu sebelumnya. Setelah memimpin degradasi Boro dari papan atas, Southgate seharusnya dipecat setelah pertandingan Kejuaraan di Reading. Tetapi mereka menang 2-0 dan Gibson tidak tega melakukannya.

“Keith beruntung aku lebih tenang dari pada beberapa manajer, karena mereka mungkin telah mengambil pukulan padanya.” Ujar Gareth Southgate. “Itu adalah pertemuan yang canggung.” aku Lamb. “Saya tidak terkejut membaca kutipan itu tentang keinginan untuk memukul saya. Dia merasa itu adalah keputusan yang salah dan beri tahu saya dengan tegas. Dia tidak ingin dilihat sebagai kegagalan untuk pertama kalinya dalam hidupnya.”

Selama tujuh tahun yang panjang, sepertinya itu adalah satu-satunya pekerjaan Southgate di sepak bola senior akhir dengan karir manajerialnya di level tertinggi. Namun pada tanggal 7 Juli 2018, ia sudah berdiri di tengah lapangan di kota Samara Rusia, telah berhasil untuk membawakan para pendukung Inggris dalam nyanyian dan merayakan membawa negaranya ke semi-final Piala Dunia.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Jerman Ditahan Serbia 1-1

Timnas Jerman ditahan Timnas Serbia dalam laga persahabatan. Sempat tertinggal, Die Mannschaft terhindar dari kekalahan lewat skor imbang 1-1. Bertanding di Volkswagen Arena, Kamis (21/3/2019) dini hari WIB, Jerman menekan sejak menit-menit awal laga. Di menit ketiga, Kai Havertz mengancam gawang Serbia dengan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Kiper Marko Dmitrovic masih sigap menangkapnya.

Serbia unggul pada menit ke-12. Lewat tendangan penjuru, Luka Jovic, merobek gawang Manuel Neuer lewat sundulan, meneruskan umpan kepala Nemanja Maksimovic. Jerman tertinggal 0-1 dari Serbia. Jerman mencoba membalas, namun usaha mereka tidak membuahkan hasi. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Jerman memasukkan kiper Marc Andre ter Stegen, Marco Reus, dan Leon Goretzka. Masuknya Reus menambah daya serang Die Mannschaft, dengan beberapa kali pemain Borussia Dortmund itu menebar ancaman ke gawang Serbia. Tekanan Jerman akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69. Leon Goretzka menyamakan skor menjadi 1-1, setelah meneruskan umpan tarik Reus dengan sepakan deras kaki kanan di dalam kotak penalti.

Pada menit ke-72, Sane punya peluang untuk membalikkan keadaan. Di kotak penalti, ia melepaskan tembakan jarak dekat ke gawang, tapi upayanya bisa digagalkan Dmitrovic. Jerman kesulitan hingga memasuki menit-menit akhir. Sementara Serbia justru kehilangan Milan Pavkov di menit 90+3 karena membuat pelanggaran keras. Hingga peluit tanda laga berakhir berbunyi, skor imbang 1-1 bertahan.

Pelatih Jerman Joachim Loew mengungkapkan timnya memang kurang efisien. Buruknya penyelesaian akhir membuat Jerman hanya mampu mencetak satu gol hingga laga berakhir. Hal tersebut diakui Loew masih menjadi pekerjaan rumah bagi anak asuhannya. “Sangat memalukan untuk tertinggal dari skema bola mati. Anda dapat mengatakan bahwa kami belum cukup menyesuaikan diri dengan tim yang bertahan begitu dalam. Kami kurang memiliki sedikit chemistry,” tutur Loew.

“Di babak kedua kami meningkatkan tempo dan menciptakan lebih banyak peluang , tetapi pada akhirnya kami tidak cukup efisien. Itu bisa menjadi bagian dari proses pembelajaran kami di level ini. Saya senang dengan mentalitas yang ditunjukan tim hari ini,” ujarnya menambahkan.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Ryan gigs menilai ronaldo bukan pemain terbaik yang pernah membela MU

Mantan pemain Manchester United, Ryan Giggs memberikan pendapatnya soal siapa pemain terbaik yang pernah mengenakan jersey Setan Merah. Dia mengakui Cristiano Ronaldo luar biasa, tapi menurutnya Paul Scholes tetap yang terbaik. Pada masa itu, MU meraih banyak gelar di bawah Sir Alex Ferguson. Mereka memiliki skuat yang komplet, mulai dari lini belakang sampai lini serang. Permainan MU juga disebut sebagai yang terbaik.

Giggs juga termasuk salah satu pemain yang bersinar. Saat itu usianya sudah tidak lagi muda, tetapi dia tetaplah pilihan utama MU. Hal yang sama berlaku untuk Paul Scholes. Soal pemain terbaik yang pernah bermain bersamanya, Giggs dengan tegas menjawab Ronaldo, tapi dia tidak sepakat jika Ronaldo disebut sebagai pemain terbaik dalam sejarah MU.

Giggs mengakui kemampuan Ronaldo luar biasa. Dan ketika ditanya siapakah pemain terbaik yang pernah bermain bersama dia, tanpa ragu Giggs menjawab “Ronaldo,” ujarnya. Meski tidak terlalu lama bermain bersama Ronaldo, Giggs sudah menyadari betapa hebatnya kapten Portugal tersebut. Dia langsung kagum begitu melihat Ronaldo yang baru saja tiba di MU beberapa tahun silam.

“Dia adalah pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya. Namun, pemain terbaik yang pernah bermain bersama saya secara keseluruhan di MU adalaah Paul Scholes.” Giggs menjelaskan bahwa pemain terbaik MU bukanlah Ronaldo, melainkan Paul Scholes. Dia menyoroti satu kemampuan utama Scholes adalah kecerdikannya.

“Paul Scholes sangat cerdas. Dia tidak terlalu cepat tetapi dia tahu ke mana bola akan mendarat dan dia tahu apa yang akan dia perbuat begitu bola datang padanya,” tutup Giggs. Sayangnya, kecerdasan Scholes itu tampaknya tidak berlaku di dunia kepelatihan. Hingga kini Scholes lebih sering jadi kritikus sepak bola, dia beberapa kali gagal saat menjajal jadi pelatih.

Ryan Giggs menyindir balik Zlatan Ibrahimovic karena mengkritik jebolan Class ’92 Manchester United terkait kontribusi untuk klub. Ibra mengaku kesal dengan para generasi emas MU tahun 1992 yang legendaris seperti Giggs, Nicky Butt, David Beckham, Gary Neville, dan Paul Scholes. Ibra kesal karena menilai mereka kerap cuma bisa mengkritik MU tanpa mau membantu klub.

Seperti diketahui, kini hanya Nicky yang mengabdi di Old Trafford dengan menjadi pelatih akademi Setan Merah. Kritikan Ibra itu kemudian ditanggapi Giggs. “Hanya Nicky (Butt) yang terhubung dengan klub sekarang, tetapi ketika Anda bermain lebih dari 2.000 pertandingan, kami bisa berpendapat,” kata Giggs.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

MU terdepan dalam pemburuan Antoine Griezmann

Manchester United mendapatkan ruang gerak yang lebih bebas dalam pengejaran Antoine Griezmann setelah Barcelona disebut sudah sedikit menurunkan minat mereka terhadap penyerang Atletico Madrid tersebut. MU kini berada di barisan terdepan untuk mendapatkan tanda tangan Griezmann.

Rumor soal Griezmann ini sebenarnya sudah dimulai sejak akhir musim lalu. Kala itu, MU dan Barca disebut terus bersaing untuk mendapatkan tanda tangan Griezmann, tapi tawaran MU kurang menarik dari rayuan Barca. Pada akhirnya transfer tersebut memang tidak tewujud, Greizmann memilih untuk memperpanjang masa baktinya bersama Atletico Madrid. Namun, seiring prestasi Atletico yang menurun musim ini, opsi transfer ini kembali muncul.

MU sangat mungkin mendapatkan Griezmann. Griezmann dinilai sebagai pemain yang tepat untuk MU. Dia adalah salah satu penyerang terbaik dalam beberapa tahun terakhir yang pernah bersaing dalam tiga besar Ballon d’Or. Kemampuan Griezmann yang serbabisa juga jadi nilai tambah. Griezman saat ini dikabarkan sudah mempertimbangkan kemungkinan untuk meninggalkan Atleti musim depan. Dia ingin mencoba tantangan baru bersama klub baru, dan MU bisa memberikan keduanya.

Tak hanya itu, kabarnya klausul rilis Griezmann juga merosot. Sebelumnya dia mendapatkan klausul rilis sebesar 103 juta poundsterling, tapi kini dia disebut hanya dinilai sebesar 70 juta poundsterling. Sayangnya, MU harus bersaing ketat dengan PSG untuk mendapatkan jasa Griezmann. Di sisi lain, mundurnya Barca dalam pemburuan Griezmann ini cukup menarik, mengingat musim lalu ada beberapa pemain Barca yang terang-terangan memuji kualitas Griezmann salah satunya Lionel Messi.

Barca mundur lantaran mereka sudah menentukan target utama lainnya, yakin striker Eintracht Frankfurt, Luka Jovic. Blaugrana menilai Jovic sebagai target utama musim depan. Striker 21 tahun ini disebut sebagai salah satu calon striker terbaik di Eropa. Dia juga dinilai memiliki gaya bermain yang mirip dengan Luis Suarez. Musim ini saja, Jovic sudah mencetak 22 gol di Bundesliga.

Rumor tentang kepergian Antoine Griezmann tak membuat Alvaro Morata khawatir. Morata meyakini rekan setimnya itu bahagia-bahagia saja di Atletico Madrid. “Aku tidak cemas,” ungkap Morata. “Secara umum aku melihat Antoine sangat bahagia bersama kami. Ini adalah rumahnya dan kupikir dia bahagia di sini.”

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Ibrahimovic Mulai Kesal Dengan Angkatan 92 Milik MU

Zlatan Ibrahimovic melontarkan kecamannya kepada para pemain Manchester United angkatan tahun 92. Itu dikarenakan para pemain dari tahun tersebut sangat sering melontarkan kritikan kepada Setan Merah.

Manchester United memiliki generasi emas yang sangat sering dikenal dengan Class of ’92. Mereka tidak lain adalah Gary Neville, Ryan Giggs, Phillip Neville, David Beckham, Nicky Butt dan juga Paul Scholes.

Semua nama tersebut sekarang ini telah pensiun dan jgua memilih jalur yang lain. Ada sejumlah dari mereka yang terjun dan menjadi komentator dalam sebuah pertandingan yang dimana hal tersebut terjadi kepada Gary Neville dan juga Paul Scholes.

Kritikan yang pedas dari performa Setan Merah pada beberapa musim terakhir juga tidak segan-segan mereka lontarkan didalam salah satu stasiun televisi. Ibrahimovic yang mengetauinya lantas merasa sangat kesal.

“Mereka yang selalu mengeluh di televisi dikarenakan mereka tidaklah aktif didalam klub. Andai Anda mau bekerja didalam klub, cari pekerjaan didalam sebuah klub,” ujar Ibrahimovic.

“Jadi Anda tidak akan bisa tampil didalam televisi dan kemudian selalu mengeluh dan juga mengkritik. Anda memiliki waktu dan kami tahu jelas tentang hal tersebut,” lanjutnya.

Performa Setan Merah yang sekarang ini bisa dikatakan telah cukup membaik semenjak dilatih oleh Ole Gunnar Solskjaer. Setan Merah juga sempat memenangkan 10 pertandingan dalam 11 laga yang mereka jalani secara beruntun tanpa mengalami kekalahan sekalipun.

The Red Devils juga berhasil melangkah kedalam babak perempatfinal kompetisi Liga Champions setelah membuat comeback yang sangat dramatis dari laga menghadapi Paris Saint-Germain, namun setelah itu mereka harus mengalami kekalahan sebanyak dua kali secara beruntun.

Sekarang ini MU sedang berada pada peringkat kelima klasemen sementara dengan terolehan 58 angka yang dimana mereka tertinggal sebanyak 2 angka dari Arsenal yang ada diurutan keempat yang merupakan batas zona terakhir Liga Champions.

Untuk laga yang berikutnya, MU akan menghadapi Watford dalam laga lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan di hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019 malam hari WIB mendatang.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Olivier Giroud Tegaskan Ingin Pindah Klub !

Pemain depan Stamford Bridge melihat peluangnya terbatas musim ini dan sedang mempertimbangkan peralihan ke Ligue 1.Striker Chelsea Olivier Giroud terbuka untuk kembali ke Prancis untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain, dengan mengatakan: “Saya ingin menjadi penting lagi.”

Pemenang Piala Dunia Prancis, 32, telah terbatas pada peran cadangan di Stamford Bridge musim ini.Mantan pemain Arsenal itu, yang bergabung dengan Chelsea pada Januari 2018, berada di belakang Eden Hazard dan Gonzalo Higuain dalam urutan permainan yang mengejutkan dan telah melihat kemunculan bintang muda Inggris Callum Hudson-Odoi yang memengaruhi peluangnya juga.

Situasi itu membuatnya dikaitkan dengan kepindahan ke klub Ligue 1 Lyon dan mantan pemain Montpellier, yang merupakan pencetak gol terbanyak Chelsea di Liga Eropa dengan sembilan gol, belum mengesampingkan kemungkinan itu.

“Ini bukan prioritas saat ini, tetapi saya akan terbuka untuk semua proposal karena saya senang ketika saya bermain.”

Giroud juga melihat Marseille diperdebatkan sebagai tujuan potensial, tetapi menggambarkan Lyon sebagai “klub yang sangat bagus, tim yang hebat”.Dia menambahkan: “Lyon disebut-sebut karena presiden membicarakannya. Saya tahu apa yang dia katakan dan saya sangat senang dengan minat beberapa klub Prancis dalam hal saya.”

“Ini klub dengan pemain muda yang sangat bagus, pemain yang sangat bagus, staf yang sangat bagus. Di kancah internasional, kami melihat pertandingan bagus dari Lyon melawan [Manchester] City, atau melawan Barcelona, ??bahkan jika kembalinya lebih sulit. ”

Giroud mengakui dia akan menghadapi persaingan dari striker muda Moussa Dembele di Lyon – jika dia tetap di klub – tetapi mengatakan dia ingin memberikan kontribusi lagi. “Saya tidak menghormati penyerang yang sudah ada di sana, termasuk Dembele muda yang telah menghasilkan beberapa hebat pertunjukan, “tambahnya.

“Saya juga tahu bahwa, di Lyon, mereka berbicara tentang keberangkatan tertentu.”Tentu saja. Aku ingin menjadi penting lagi, dengan kepercayaan diri seorang pelatih.”

 

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Pemain Timnas Indonesia U-16 Dikagumi dan Diminati di Inggris

Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan mantan pemain timnas Inggris, Dennis Wise, kagum dengan kemampuan sepak bola dari 24 pemain muda asal Indonesia.

Sebanyak 24 pemain Indonesia yang rata-rata berusia di bawah 17 tahun dan sempat memperkuat Timnas Indonesia U-16, bertolak ke Inggris pada 15 Januari. Para pemain ini mendapat pelatihan dengan standar Eropa, baik di dalam dan di luar lapangan selama enam.

Pada program ini, Wise ditunjuk sebagai direktur program, dan Des Walker bakal menjadi pelatih. Selain itu Bima Sakti juga masuk dalam tim kepelatihan.

Tisha mengatakan perkembangan para pemain muda Indonesia tersebut semakin ‘mengerikan’ di setiap pertandingan. Terakhir, Bagas Kaffa dan kawan-kawan mampu mengalahkan Tim Blackburn Rovers U-17 dengan skor meyakinkan 4-0.

Perkembangan dari laga ke laga ngeri, semoga ini cikal bakalnya pemain Timnas Indonesia mendatang,” ucap Tisha.

Sampai saat ini, lanjut Tisha ada satu pemain yang dapat surat dari salah satu klub Inggris untuk uji coba resmi. Akan tetapi, Tisha menyampaikan pemain tersebut harus menunggu hingga berusia 18 tahun

Sehingga mereka harus kembali ke Indonesia dan berkompetisi di Elite Pro Academy U-18. Pemainnya siapa Nanti, tidak bisa dikasih tahu dulu. Ada klub Inggris yang tertarik Sudah pasti, karena setiap mereka bertanding dengan klub di sana ada banyak pencari bakat, ujar dia tanpa menyebut identitas klub Inggris tersebut.

Beberapa ada yang kontak PSSI untuk minta data lebih lanjut. Dan yang penting, harus lulus sekolah dulu. Sekolah tetap yang utama, ujarnya melanjutkan.

Selain apresiasi kepada para pemain, Tisha juga menjelaskan Bima mendapat penilaian positif selama berada di Inggris.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Eintracht Frankfurt Menang 3-1 atas Freiburg

Dalam laga match day ke 18 pada ajang kompetisi Bundesliga Jerman yang berlangsung hari Sabtu (19/1/2019) malam hari di Commerzbank Arena,tim tuan rumah Eintracht Frankfurt yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga raihan tiga poinnya usai menundukkan tim Freiburg dengan skor 3-1. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Eintracht Frankfurt itu pun dipersembahkan oleh Sebastian Haller, Ante Rebic dan Luka Jovic. Sementara itu satu buah gol balasan dari tim Freiburg itu pun dipersembahkan oleh Nils Petersen.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Eintracht Frankfurt yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit pada saat menjamu serta menghadapi lawannya Freiburg. Dimana hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Eintracht Frankfurt dengan tim Freiburg didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akan tetapi tim tuan rumah Eintracht Frankfurt pun berhasil membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 34 pada babak pertama melalui gol dari Sebastian Haller. Hanya berselang 4 menit kemudian,tim tuan rumah Eintracht Frankfurt pun berhasil menggandakan keunggulannya lagi menjadi 2-0 melalui gol dari Ante Rebic. Dimenit-menit akhir laga babak pertama,tim tuan rumah Eintracht Frankfurt pun kembali menambah keunggulannya lagi menjadi 3-0 melalui gol dari Luka Jovic.

Didalam laga babak kedua,tim Freiburg yang tertinggal 3-0 dari tim tuan rumah Eintracht Frankfurt didalam laga babak pertama itu pun mencoba untuk bisa bermain dengan lebih baik dan lebih impresif lagi dari awal mulainya laga babak kedua agar nantinya mereka pun bisa mengejar ketertinggalannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Dan akhirnya dimenit 69 pada babak kedua,tim Freiburg pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 3-1 melalui gol dari Nils Petersen. Namun setelah itu skor 3-1 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak kedua.

Dengan demikian raihan kemenangan dan tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Eintracht Frankfurt pada tadi malam itu pun membuat mereka sementara berada diperingkat kelima pada papan klasemen Bundesliga Jerman dengan jumlah raihan 30 poin. Sementara itu tim Freiburg yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka berada diperingkat 12 dengan jumlah raihan 21 poin.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Mainz 05 Unggul 3-2 atas Tuan Rumah VfB Stuttgart

Dalam laga match day ke 18 pada ajang kompetisi Bundesliga Jerman yang berlangsung hari Sabtu (19/1/2019) malam hari di Mercedes Benz Arena,tim Mainz 05 yang menjalani laga tandangnya pada tadi malam itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tuan rumah VfB Stuttgart dengan skor tipis 2-3. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Mainz 05 itu pun dipersembahkan oleh Jean-Paul Boetius, Jean Philippe Mateta dan Alexander Hack. Sementara itu dua buah gol balasan dari tim tuan rumah VfB Stuttgart itu pun dipersembahkan oleh Nicolas Gonzalez dan Marc Kempf.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim Mainz 05 yang menyambangi markas Mercedes Benz Arena itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari tim tuan rumah VfB Stuttgart. Sebab hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah VfB Stuttgart dengan tim Mainz 05 didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Dimenit 22 pada babak pertama,tim Mainz 05 pun bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu melalui gol dari Jean-Paul Boetius. Hanya berselang 6 menit kemudian,tim Mainz 05 pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol dari Jean Philippe Mateta. Setelah itu skor 0-2 yang didapatkan oleh tim Mainz 05 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim Mainz 05 yang masih unggul dengan skor 0-2 atas tuan rumah VfB Stuttgart didalam laga babak pertama itu pun masih tetap terlihat menjalani laga permainan yang cukup ketat dan berimbang dari awal mulainya laga babak kedua. Dan akhirnya tim Mainz 05 pun barulah bisa menggandakan keunggulannya menjadi 0-3 dimenit 72 pada babak kedua melalui gol dari Alexander Hack. Keunggulan 0-3 yang didapatkan oleh tim Mainz 05 tersebut pun tidak bertahan lama,sebab berselang 9 menit kemudian tim tuan rumah VfB Stuttgart pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 1-3 melalui gol dari Nicolas Gonzalez. Hanya berselang 2 menit kemudian,tim tuan rumah VfB Stuttgart pun berhasil memperkecil kedudukannya lagi menjadi 2-3 melalui gol dari Marc Kempf. Sayangnya setelah itu skor 2-3 tersebut pun tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak kedua.

Dengan adanya raihan kemenangan dan tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Mainz 05 pada tadi malam itu pun masih membuat mereka berada diperingkat 11 pada papan klasemen Bundesliga Jerman dengan jumlah raihan 24 poin. Sementara itu tim tuan rumah VfB Stuttgart yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka berada diperingkat 16 dengan jumlah raihan 14 poin.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Preston North End Tundukkan Tuan Rumah Queens Park Rangers 4-1

Dalam laga match day ke 28 pada ajang kompetisi Liga Championship Inggris yang berlangsung hari Sabtu (19/1/2019) malam hari di Loftus Road,tim Preston North End yang menjalani laga tandangnya pada tadi malam itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tuan rumah Queens Park Rangers dengan skor 1-4. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Preston North End itu pun dipersembahkan oleh Jayden Stockley, Jordan Storey, Alan Browne dan Brad Potts. Sementara itu satu buah gol balasan dari tim tuan rumah Queens Park Rangers itu pun dipersembahkan oleh Matt Smith.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim Preston North End yang menyambangi markas Loftus Road itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari tim tuan rumah Queens Park Rangers. Karena hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Queens Park Rangers dengan tim Preston North End didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Namun akhirnya tim Preston North End pun barulah bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu dimenit 14 melalui gol dari Jayden Stockley. Akan tetapi setelah itu skor 0-1 yang didapatkan oleh tim Preston North End tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan hingga akhir pertandingan babak pertama.

Memasuki laga babak kedua,tim Preston North End yang unggul dengan skor 0-1 atas tuan rumah Queens Park Rangers didalam laga babak pertama itu pun masih tetap terlihat menjalani laga permainan yang cukup ketat dan berimbang dari awal mulainya laga babak kedua. Dimenit 68 pada babak kedua,tim Preston North End pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol dari Jordan Storey. Skor 0-2 yang didapatkan oleh tim Preston North End itu pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak kedua,dan akhirnya dimenit 82 pada babak kedua tim Preston North End pun baru bisa lagi menambah keunggulannya lagi menjadi 0-3 melalui gol dari Alan Browne. Hanya berselang 2 menit saja,tim tuan rumah Queens Park Rangers pun bisa membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 1-3 melalui gol dari Matt Smith. Tiga menit menjelang akhir laga babak kedua,tim Preston North End pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 1-4 melalui gol dari Brad Potts.

Raihan kemenangan dan tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Preston North End pada tadi malam itu pun masih membuat mereka berada diperingkat 18 pada papan klasemen Liga Championship Inggris dengan jumlah raihan 33 poin. Sementara itu tim tuan rumah Queens Park Rangers yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat 13 dengan jumlah raihan 39 poin.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)