Archives for Agen taruhan bola


Barcelona 1-0 Real Sociedad: Andres Iniesta tunduk dengan kemenangan Barcelona

Gelandang itu mengumumkan sebelumnya di musim itu bahwa ia akan meninggalkan klub setelah 22 tahun dan bermain 81 menit di Nou Camp sebelum meninggalkan lapangan untuk penerimaan emosional. Itu adalah pemogokan yang menakjubkan dari Phillipe Coutinho di menit ke-57 yang menyegel kemenangan bagi Barcelona dan mereka disajikan dengan trofi liga di depan fans mereka setelah pertandingan. Ini mengakhiri musim domestik yang sukses bagi Barcelona, ??yang juga memenangkan Copa del Rey beberapa minggu yang lalu, sementara Real Sociedad akan mengakhiri musim di tempat ke-12. Real Sociedad melakukan dengan baik di bursa pembuka dan memaksa penyelamatan pertama dari permainan sebagai Adnan Januzaj mencoba peruntungannya dari 20 meter, tetapi upaya mendesisnya didorong oleh Marc-Andre ter Stegen. Pada menit ke-10, Iniesta hampir mengakhiri penampilan terakhirnya dengan gol tetapi tendangannya melewati bagian luar gawang.

Peluang terbaik dari setengah datang di menit ke-26 untuk Barcelona. Coutinho meninggalkan dua pemain Real Sociedad di belakangnya sebelum memilih Ousmane Dembele di sayap kanan, yang kemudian melemparkan umpan silang ke daerah yang bertemu dengan kepala Ivan Rakitic di tengah tetapi ia hanya bisa mengarahkan upaya melewati mistar gawang. Real Sociedad seharusnya turun menjadi 10 pemain tepat sebelum jeda ketika Raul Navas melakukan tekel yang mengerikan pada Dembele, menangkapnya di pergelangan kaki dengan kancingnya, tetapi tidak menerima kartu merah meski ada protes dari pemain tuan rumah, meskipun dia memang masuk ke buku wasit. Barcelona membuka skor 12 menit setelah restart, dan itu adalah gol brilian dari Coutinho. Dia mengambil bola di tengah-tengah taman sebelum menemukan sepotong ruang dengan pembela Real Sociedad di sekitarnya. Dia kemudian memukul upaya gemuruh dari 20 meter yang bertenaga ke bagian belakang gawang. Andres Iniesta membuat penampilan Barcelona terakhirnya melawan Real SociedadHe digantikan oleh Lionel Messi pada menit ke-67, dan Barcelona memiliki dua peluang bagus tidak lama setelah itu. Tembakan Gerard Pique dari tendangan bebas yang dikirim diselamatkan oleh Miguel Angel Moya sebelum Messi dijatuhkan di lapangan, memilih Denis Suarez di sebelah kanannya, tetapi umpan silang dari yang terakhir melebar.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Klopp Bicarakan Ambisi Liverpool Menangkan Titel Juara Champions League

Juergen Klopp ingin memenangkan titel juara kompetisi Liga Champions pada musim ini. Bukan hanya dikarenakan ambisi pribadi milikinya saja, akan tetapi juga para pemain dan juga klub yang sudah tampil dengan sangat luar biasa sekali.

 

Klopp sendiri sudah berhasil untuk membawa Liverpool masuk kedalam babak final kompetisi Liga Champions didalam musim ini. Mereka juga dipertemukan melawan Real Madrid yang sudah menjadi juara sebanyak tiga kali didalam empat musim yang terakhir ini yang sekaligus pemegang titel juara terbanyak, yaitu sebanyak 12 kali.

 

Melirik pertandingan tersebut, Liverpool sendiri dihantui oleh cacatan yang buruk yang dimiliki oleh Klopp dalam laga final. Didalam enam kali pertandingan final yang dijalaninya saat melatih Borussia Dortmund, pelatih berkebangsaan Jerman tersebut hanya mampu untuk menjadi juara sebanyak satu kali saja.

 

Akan tetapi untuk Klopp cacatan tersebut sama sekali tidak mengubah pandangan apapun mengenai kansnya untuk memenangkan titel juara didalam musim ini. Bukan hanya mengenai cacatan individual saja, akan tetapi mengenai kerja sama serta meraih hal tersebut secara bersama-sama.

 

“Saya sangat menginginkannya sekali. Akan tetapi Anda tentu saja tidak akan bisa hanya menyematkan semua itu kepada saya saja. Saya bahkan tidak mementingkan apapun didalam perjalanan ini dan juga saya sangat sungguh-sungguh akan hal tersebut. Tidak ada yang sama sekali berubah didalam diri saya secara personal,” kata Klopp didalam situs resmi milik UEFA.

 

“Saya juga sudah kalah didalam beberapa pertandingan final dan juga masih akan tetap sama meskipun saya memenangkan laga itu. Semua itu akan kembali lagi menjadi kasusnya. Akan tetapi bagi para klub serta para pemain, tentu saja saya pasti akan sangat bahagia sekali,” lanjutnya.

 

Untuk Klopp sendiri, sudah ada kepuasan bagi dirinya sendiri didalam menyaksikan timnya yang telah tampil dengan sangat cemerlang didalam kompetisi Liga Champions didalam musim ini. Liverpool bahkan menjadi tim yang paling tajam didalam musim ini yang dimana mereka mampu menceta sebanyak 40 buah gol atau lebih banyak 10 buah gol dari sang lawan yang akan mereka hadapi nanti di final, Real Madrid.

 

“Saya sendiri merasa sangat banga sekali dengan apa yang telah diraih oleh anak-anak. Jumlah gol yang berhasil kami cetak sangatlah luar biasa sekali. Kami bahkan sudah mencetak tujuh gol dalam satu pertandingan sebanyak dua kali dan juga mencetak sebanyak lima buah gol dalam satu pertandingan sebanyak dua laga. Ini tentunya menjadi sangat gila dikarenakan kami bukanlah tim sekelas Barcelona, Bayern Munich ataupun Real Madrid,” lanjut pria yang juga pernah menangani klub Mainz tersebut.

 

“Kami bukanlah seperti tim lainnya, kami merupakan Liverpool yang sekarang ini tengah berada didalam perjuangan untuk menjadi tim yang jauh lebih baik. Bisa saja kami tampil didalam level yang setinggi ini, itu akan menjadi sangat keren. Secara ringkas bisa dikatakan ini merupakan perjalanan yang sangat gila sekali, namun kami memang sangat pantas sekali untuk bisa berada disini, ditempat ini,” tutupnya.

 

Titel juara Liga Champions sendiri merupakan titel juara yang masih bisa dimenangkan The Reds untuk terhindar dari nirgelar pada musim 2017/2018 ini mengingat bahwa mereka hanya mampu mengakhiri musim Premier League dengan menduduki peringkat ke empat klasemen akhir dan tersingkir dari kompetisi Piala FA di babak keempat. The Reds juga harus tersingkir dari kompetisi Piala Liga Inggris hanya pada babak ketiga saja.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Zidane : Madrid Siap Untuk Pertandingan Paling Spesial Musim Ini Melawan Liverpool

Pelatih kepala Real Madrid, Zinedine Zidane, mengatakan mereka siap untuk meraih gelar ketiga Liga Champions berturut-turut melawan Liverpool meski hasil imbang Sabtu atas Villarreal, sementara ia memuji Gareth Bale menyusul penampilannya mencetak gol.

Madrid menutup musim La Liga mereka dengan hasil imbang 2-2 melawan tuan rumah Villarreal pada matchday 38 setelah unggul 2-0 dibabak pertama.

Gol-gol dari Bale dan Cristiano Ronaldo membuat Madrid memegang kendali saat mereka mencoba untuk memotong rival sekotanya Atletico Madrid ke posisi kedua di papan atas Spanyol.

Tapi skor tersebut berhasil dipatahkan kembali lewat gol dari Roger Martinez dan Samuel Castillejo di lima menit sebelum laga berakhir dan menyelematkan satu poin.

Zidane, meskipun, timnya tampil tidak terlalu konsisten di La Liga relatif bersemangat saat ia melihat ke depan ke Big Match melawan Liverpool di Kiev pada 26 Mei.

“Saya belum mendapatkan starting XI saya untuk final Liga Champions di kepala saya,” kata Zidane kepada wartawan. “Kami siap. Kami juga belum mengalami cedera malam ini, yang penting.

“Kami siap untuk pertandingan terakhir ini dan final Kiev, yang merupakan pertandingan paling istimewa di musim ini.”

Zidane menambahkan: “La Liga sekarang berakhir. Kami memiliki Liga Champions untuk bermain dan kami senang berada di final. Seharusnya tidak menjadi kasus memilih. Kami ingin memenangkan semua yang kami bisa, tapi tahun ini tidak mungkin untuk memenangkan La Liga dan kami akan keluar untuk kejayaan Liga Champions.

“Saya tidak senang dengan kampanye La Liga kami. Ini adalah musim yang sulit, terutama di awal. Kami mampu membuat segalanya lebih baik. Kami tahu itu adalah kasusnya dan begitulah.

“Kami melakukan hal-hal baik lainnya tahun ini: trofi yang kami menangkan di awal musim, Piala Dunia Klub dan sekarang kami memiliki final yang masih akan datang.”

Terkait dengan pindah pada akhir musim, Bale membuat lima gol dalam empat pertandingan dan Zidane mengatakan: “Tidak ada gunanya [Gareth] Bale melempar handuk. Dia berlatih dengan baik dan satu-satunya hal yang berubah adalah dia sekarang mencetak gol, seperti yang telah dia lakukan di beberapa pertandingan terakhir.

“Saya senang dengan penampilannya dan apa yang dia bawa ke tim. Tidak ada yang berubah. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa dia telah mencetak gol akhir-akhir ini.”

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Hasil semifinal leg I AFC Cup: Home United FC 3-2 Persija Jakarta

Tim Macan Kemayoran gagal meraih kemenangan pada leg pertama semifinal zona Asia Tenggara Piala AFC 2018. Klub asal ibu kota tersebut takluk dengan skor 2-3 saat bertandang ke markas Home United di Stadion Jalan Besar, pada hari selasa (08/05) malam win.

Meski menelan kekalahan, namun peluang Persija untuk bisa melangkah ke partai puncak AFC CUP masih tetap terbuka lebar. Karena Persija Jakarta hanya cukup meraih kemenangan dengan skor 1-0 saat menjamu Home United di leg kedua di Tanah Air pada 15 Mei 2018.

Di babak pertama, Home United sudah tampil mengebrak sejak awal laga dimulai. Alhasil mereka dapat memimpin cepat di menit kedua setelah Maman Abdurrahman melakukan kesalahan antispasi datangnya bola dan membuat bola masuk ke gawangnya sendiri.

Unggul satu gol membuat tuan rumah tampil dengan intensitas serangan yang tinggi. Sejumlah peluang berhasil didapatkan oleh pasukan Aidil Sharin tersebut melalui umpan umpan ke jantung pertahanan Persija.

Home United akhirnya mampu menggandakan kedudukan mereka saat laga baru memasuki menit sembilan. Berawal dari aksi Song Ui Young yang bisa memperdaya Maman dan Vava Mario Yagalo sebelum menusuk ke dalam pertahanan Persija yang kemudian melepaskan tembakan bola ke sudut kiri gawang yang tak bisa dijangkau Rizky Darmawan, skor 2-0.

Terkejut dengan dua gol cepat di sepuluh menit pertama, Persija pun mulai bangkit dengan bermain lebih terbuka demi memperkecil kedudukan. Hingga akhirnya, tim tamu ini berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tandukan keras Ramdani Lestahulu usai memaksimalkan sepak pojok Riko Simanjutak pada menit 31, skor pun berubah menjadi 2-1 dan bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Persija mencoba menggebrak terlebih dahulu. Bahkan mereka tak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan di menit ke 49. Ramdani kembali mencatatkan namanya di papan skor yang kembali memanfaatkan sepak pojok dari Riko, skor imbang 2-2.

Pada menit 76, Persija yang tampil menekan ini nyaris berbalik unggul. Sayangnya, aksi dari Riko yang menerobos masuk ke dalam kotak pinalti dan  melepaskan tembakan masih menyamping tipis dari gawang Home United.

Terus melancarkan serangan, Persija justru kebobolan tiga menit kemudian tepatnya di menit ke 79. Tembakan keras yang dilepaskan oleh Hafiz Nor dari luar kotak penalti ini tak mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Rizky, skor pun kembali berubah menjadi 3-2.

Selanjutnya, kedua kubu ini melakukan jual beli serangan. Namun hinnga wasit meniupkan peluit panjang. Skor 3-2 untuk kemenangan Home United tetap bertahan hingga laga usai.a

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Hasil final Piala Prancis: Paris Saint Germain 2-0 Les Herbiers

Partai final Coupe de France akhirnya dimenangkan oleh Paris Saint Germain, itu setelah mereka mengalahkan Les Herbiers dengan skor 2-0 di partai puncak Liga Prancis ini yang berlangsung di Stade de France, pada hari Rabu (09/05) dini hari WIB.

Ini merupakan gelar ke empat mereka secara beruntun di ajang domestik ini. Selain itu, PSG juga berhasil meraih treble di kompetisi domestik setelah sebelumnya berhasil meraih Ligue 1 Prancis dan Piala Liga Prancis.

Di babak pertama, PSG langsung tampil dengan dominan dan membuat tim asuhan Stephane Masala ini tak bisa mengembangkan permaian mereka. Les Herbiers adalah tim yang saat ini harus berjuang untuk keluar dari zona degradasi dari kompetisi ketiga di sepakbola Prancis.

Meski Les Herbiers bisa memberikan perlawanan kepada PSG, komposisi bertahan dan serangan balik menjadi andalan mereka dalam menghadapi raksasa Prancis tersebut. PSG sendiri sempat memberikan dua peluang berbahaya untuk memecahkan kebuntuan tim, yakni tembakan dari Giovani Lo Celso dan Kylian Mbappe yang keduanya hanya membentur mistar gawang.

Rapatnya pertahanan Les Herbies tersebut akhirnya kebobolan juga saat laga memasuki menti ke 26. PSG mampu membuka keunggulan mereka lewat gol dari Lo Celso. Mendapatkan umpan datar teruarah dari Thiago Motta, Lo Celso yang mendapatkan ruang tembak ini langsung melepaskan sepakan dari depan kotak pinalti tanpa bisa dihalau oleh Matthieu Pichot. SKor pun berubah menjadi 1-0 dan harus bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, PSG tampak menurunkan tempo permaianan mereka dan membiarkan lawannya untuk menguasai bola. Mbappe sempat mencetak gol di menit ke 50, namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena sang pemberi umpan Marquinhos terlebih dahulu melakukan handball.

Memasuki menit ke-74, pasukan Unai Emery tersebut akhirnya menggandakan keunggulan mereka melalui titik putih. Hadiah pinalti diberikan oleh wasit setelah Edinson Cavani dijatuhkan oleh kiper Pichot di kotak terlarang. Cavani sendiri yang maju sebagai eksekutor bisa melakukan tugasnya dengan baik, skor pun berubah menjadi 2-0.

Selanjutnya, PSG terlihat tak berambisi mencetak gol lagi, mereka tampak lebih menunggu dan memberikan Les Herbiers waktu, namun tidak mampu membuat respons. Skor 2-0 ini pun bertahan hingga laga usai dan memastikan timnya meraih kemenangan di laga ini.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Prediksi Final Coppa Italia: Juventus vs AC Milan

Pada partai final Coppa Italia, dua tim raksasa akan saling berhadapan. Juventus akan menghadpi AC Milan pada partai puncak ini yang digelar di ibukota Italia, Stadio Olimpico Roma, ada hari Kamis (10/05) dini hari wib.

Bagi Juventus, mereka hanya tinggal selangkah lagi untuk bisa mengamankan Scudetto ketujuh mereka secara beruntun di musim ini. Di laga ini, jika Tim Nyonya Tua ini bisa mengalahkan AC Milan di final Coppa Italia, maka Juventus bisa meraih domestic double secara beruntun mereka yang keempat kalinya.

Di Serie A musim ini, pasukan Massimiliano Allegri tersebut sudah dua kali mengalahkan Milan. Pertemuan pertama saat Juventus menang 2-0 saat bertandang ke San Siro lewat dua gol Gonzalo Higuain. Kemudian mereka kembali menumbangkan Rossoneri kala menjamu Milan dengan skor 3-1 di Turin. Dimana pada laga tersebut, Paulo Dybala, Juan Cuadrado dan Sami khedira masing masing mencetak satu gol. Mantan pemain Juve Leonardo Bonucci sendiri mencetak satu gol untuk Milan.

Di sisi lain, Milan sendiri terus menampilkan penurunan performa dalam beberapa musim terakhir ini. Namun, sejak dilatih oleh sang legenda Gennaro Gattuso, Rossoneri berhasil mendapatkan torehan positif dalam beberapa pekan terakhir ini yang menunjukkan peningkatan performa.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Juventus terus menunjukkan dominasinya dalam kompetisi domestik di Italia, baik itu Serie A maupun Coppa Italia. Sejak ditukangi Massimiliano Allegri, Bianconeri telah meraih total enam trofi dari ajang tersebut.

Di sisi lain, Milan terus menampilkan penurunan performa, dan telah melakukan pergantian pelatih sebanyak delapan kali dalam tiga tahun terakhir. Namun, semenjak dilatih oleh sang legenda Gennaro Gattuso, Rossoneri berhasil mendapatkan torehan positif.

Di Liga, Juventus sudah bisa tampil dominan danberhasil menjaga jarak dengan pesaing terdekatnya yakni Napoli. Sedangkan Milan sendiri saat berada di posisi ke 6 klasemen Serie A. Namun di final sebuah kejuaraan, duel diantara tim tim raksasa ini selalu menghasilkan laga yang panas dan belangsung dengan sengit.

Karena dalam lima final terakhir antara Juventus melawan Milan ini selalu berlanjut sampai extra time dan satu kali harus dilalui lewat adu penalti. Itu termasuk final Liga Champions 2003, final Coppa Italia 2016, dan Supercoppa Italiana di Qatar.

Ini mennunjukkan bahwa Milan selalu menjadi lawan yang sulit saat berhadapan di partai puncak suatu kejuaraan. Di atas kertas, Juventus memang lebih difavoritkan dalam laga ini. Namun menghindari Rossoneri yang sedang dalam peningkatan performa ini bukanlah lawannya yang mudah.

Jadi kedua tim sama sama memiliki peluang untuk bisa menjuarai final Coppa Italia musim ini. Melihat statistik dari kedua tim ini, final kali ini sepertinya bakal berjalan sengit dan cukup berimbang. Seperti beberapa final yang telah dilalui kedua tim ini. Prediksi skor AGENLIGA kali ini kemungkinan akan dimenangkan oleh Milan dengan skor 1-2.

Perkiraan Susunan Pemain

Juventus (4-3-2-1): Gianluigi Buffon, Stephen Lichtsteiner, Daniele Rugani, Andrea Barzagli, Alex Sandro, Juan Cuadrado, Sami Khedira, Miralem Pjanic, Paulo Dybala, Douglas Costa, Gonzalo Higuain.

Milan (4-3-3): Gianluigi Donnarumma, Ricardo Rodriguez, Leonardo Bonucci, Alessio Romagnoli, Ignazio Abate, Franck Yannick Kessie, Manuel Locatelli, Giacomo Bonaventura, Suso, Patrick Cutrone, Hakan Calhanoglu.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Jose Mourinhou adalah pelatih yang suka mengkritik pemain di depan media

Sejak di taklukkan oleh tim Sevilla yang tidak di unggulkan dalam liga Champions, Manchester United terus mendapat kritikan dan cemoohan dari berbagai pihak. Kritikan itu lebih banyak mengarah ke sang pelatih tim, Jose Murinhou yang di nilai kurang mampu memanfaatkan keunggulan dan kemampuan dari para pemainnya, terutama posisi striker, sehingga serangan mereka menjadi kurang tajam.

Menurut penilaian berbagai pihak, gaya permainan Jose Morinhou ini di nilai lebih mengarah dan berfokus ke lini pertahanan, sehingga seluruh kemampuan bermain para strikernya menjadi tertahan. Hal inilah yang menyebabkan prestasi Klub Manchester United terus menurun di musim ini.

Di sisi lain, Jose Mourinhou memiliki alasan yang kuat akan hal itu dan dia memiliki pendapat yang berbeda tentang tim asuhannya. “ Saya mengerti rasa frustasi dan kesedihan tersingkir dari liga Champions, tetapi tidak untuk hal-hal lain di luar dari itu. Dalam sepak bola, anda mengenal klub terbesar yang sedang mengalami masa transisi dan hal itulah yang terjadi di Manchester United sekarang,” ujar  Jose Murinhou seperti yang di lansir dari situs bola sport.

Bahkan Jose berbalik menyindir para pihak yang telah mengkritiknya dengan perkataan yang lebih pedas. “ jika orang punya otak, maka mereka akan menyadari kalau Manchester United sedang dalam fase transisi,” kata Jose Mourinhou melanjutkan.

Menurut rumor,  Jose Morinhou merupakan sosok yang suka mengumbar kritik dan suka mencela pemainnya di depan media. Sikap Mourinhou ini sudah menjadi perhatian public sepakbola dunia dan bukan sesuatu yang baru.

Para pemain yang pernah di kritik oleh Mourinhou adalah Luke shaw, Kevin De Bruyne, Joe Cole, Romeo Lukaku dan Eden Hazard.  Bahkan Christiann Ronaldo sendiri pernah menjadi sasaran kritik pedas Jose Mourinhou di depan media. Jose Mourinhou pernah mengkritik Christian Ronaldo sebagai pemain yang sering lupa daratan dalam bertahan.

Untuk Joe Cole, masalah yang di hadapi tidak jauh berbeda dengan Christin Ronaldo dan Eden Hazard. Jose mengatakan bahwa Cole adalah seorang pemain yang punya bakat dengan kemampuan mengkreasi serangan berbahaya namun pemain ini punya kesadaran yang kurang dalam masalah bertahan.

 

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Skotlandia 0-1 Kosta Rika: Gol Marco Urena memastikan kehilangan start untuk Alex McLeish

Urena mencetak gol dengan tembakan pertama dari permainan setelah 14 menit, pengiriman rendah Bryan Ruiz-kaki ke sudut jauh dan di luar Allan McGregor. McLeish menunjuk empat debutan dalam starting line-up dan salah satunya, Oliver McBurnie, mendekati level sebelum jeda ketika dia bekerja di bawah tekanan dan menguji Kaylor Navas dari tepi kotak penalti. Babak kedua adalah benar-benar Skotlandia, dan mereka memiliki kesempatan lebih lanjut untuk tingkat ketika McBurnie dan Matt Ritchie keduanya gagal untuk terhubung pada salib Andy Robertson tepat, sedangkan bek kiri sendiri menyia-nyiakan peluang yang mulia ketika dia mengangguk lebar dari jarak dekat. Pemerintahan kedua McLeish dimulai dengan awal yang gugup saat Kosta Rika memimpin kepemilikan awal, dan memimpin dengan tembakan pertama dari permainan. Ruiz menemukan ruang di belakang Callum Paterson untuk memilih Urena di tengah, dan dia dibiarkan tanpa tanda oleh tiga bek tengah Skotlandia ke slot di pembuka.

McLeish telah memilih untuk bermain 5-4-1 di depan kerumunan Hampden yang jarang penduduknya, yang hanya sedikit tertinggal sebelum istirahat, selain dari satu momen ketika McBurnie bekerja dengan baik antara dua bek Kosta Rika dan menembak ke arah sudut jauh yang Navas melompat untuk mengalahkan. Setelah babak pertama, segalanya meningkat dengan nyata, karena Skotlandia semakin dekat dengan lawan mereka di lini tengah dan memenangkan bola kembali lebih jauh di atas lapangan. Mendapatkan Robertson ke dalam permainan juga membantu – dan McBurnie menjadi lebih kuat pada pos dekat dari pengiriman rendah yang brilian yang mungkin ia samakan, sementara Ritchie juga bersalah karena gagal mendapatkan kakinya terorganisir dari umpan silang yang sangat baik. Itu Ritchie yang akan memberikan tes keras Navas dari tepi area penalti dari Callum McGregor yang luar biasa melalui bola, memaksa stopper Real Madrid untuk memberi umpan balik di atas bar, tapi itu adalah pengunjung yang bertahan untuk kemenangan yang meninggalkan Skotlandia merasa mereka layak mendapat lebih banyak.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Real Madrid meraih hasil buruk saat tampil di markas Espanyol

Kabar buruk buat para pendukung klub Real Madrid, sebagaimana beritanya jika klub berjulukan Los Blancos ini baru saja menjalani laga lanjutan di gelaran musim ini. Lebih tepatnya, armada asuhan milik pelatih Zinedine Zidane harus mengalami nasib sial ketika tampil di markas milik klub Espanyol yaitu RCDE Stadium. Pertandingan tersebut pun menjadi laga lanjutan pekan ke-26 Liga Spanyol 2017-2018 pada hari Rabu 28 Februari 2018 dini hari WIB, dan dalam laga itu pasukan Los Blancos harus relah menelan hasil kekalahan dengan skor 0-1 yang dimenangkan tim tuan rumah Espanyol.

Sebelumnya, pasukan Los Blancos ini memiliki peluang meraih satu poin ketika tampil di markas tim lawan. Namun peluang meraih satu poin itu harus hilang ketika Madrid menerimah nasib yang kurang beruntung, hal itu terjadi setelah tim tuan rumah Espanyol berhasil membuat gol dijaring gawang Los Blancos. Tidak mampu membuat gol itu pun membuat anak-anak asuhan Zidane harus pulang dengan tangan kosong, tak hanya itu saja bahkan saat ini tim asuhan pelatih berkebangsaan prancis itu harus kembali tampil buruk di ajang kompetisi Liga Spanyol.

Sedangkan untuk berita lainnya, memang benar tim skuad milik Madrid yang tampil di menit-menit awal mampu tampil mendominasi jalannya pertandingan. Dan anak-anak asuhan Zidane ini juga mampu menciptakan peluang-peluang membuat gol, akan tetapi semua peluang yang ada tidak mampu dimaksimalkan jadi gol. Sementara bagi tim skuad Espanyol, nasib baik memang terlihat lebih berpihak bersama tim tuan rumah. Alahasilnya bisa dilihat, beberapa peluang dalam membuat gol itu pun tidak mampu membobol jaring gawang milik Espanyol.

Peluang demi peluang pun terus terjadi buat Madrid, namun semua peluang emas dalam membuat gol itu pun tidak kunjung terjadi. Memasuki menit ke-75, para pemian Los Blancos terlihat pun mulai terlihat frustrasi. Dan untuk tim tuan rumah Espanyol sendiri lebih mampu mengembangkan permainan menjelang akhir laga, hasilnya para pemain tim tuan rumah mampu menciptakan beberapa peluang yang nyaris menjadi gol. Tepat pada menit ke-90+3 Espanyol pun berhasil mencetak gol, dan gol itu pun terjadi lewat umpan Sergio Garcia yang diteruskan Moreno yang membuat tim tuan rumah berhasil meraih tiga poin dimarkas sendiri.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Ryan Giggs: Man City membutuhkan banyak judul untuk dianggap terbaik dalam sejarah

City, yang memenangi medali perak pertama mereka di bawah Guardiola dengan kemenangan terakhir Carabao Cup Minggu atas Arsenal, berada 13 poin di puncak klasemen Liga Premier dan dalam pertarungan untuk menggoncang rekor Chelsea yang mengumpulkan 95 poin dalam kampanye 2004/05. Sisi Guardiola hanya kehilangan satu pertandingan dari 27 sejauh musim ini dan penampilan buruk mereka telah membuat mereka diperdebatkan sebagai tim terbaik Premier League. Manajer Wales Giggs, yang memenangkan 13 gelar Premier League bersama Manchester United selama karirnya bermain, percaya bahwa mereka mampu mencapai level tersebut  tetapi hanya jika mereka dapat mencapai kesuksesan yang konsisten di luar kampanye saat ini. Saya pikir semua orang mengakui sepakbola yang mereka mainkan tahun ini tinggi di atas sana dengan beberapa hal terbaik yang pernah kami lihat di era Premier League,” kata Giggs, yang berbicara dalam kapasitasnya sebagai duta besar Laureus di depan 2018 Laureus World Sports Awards.

Tapi saya pikir untuk membandingkannya dengan diri kami sendiri, Arsenal dan Chelsea, Anda harus memenangkan banyak gelar. Anda harus konsisten, bukan hanya musim yang menakjubkan, yang mereka alami. Cara mereka bermain tahun ini, mereka mampu melakukan itu. Terserah klub lain, orang seperti United, Liverpool, Chelsea, Tottenham akan melakukan yang lebih baik tahun depan dan untuk menantang dan melihat bagaimana mereka menangani hal itu.  Menurut Giggs, “ujian sesungguhnya” bagi City adalah apakah mereka bisa menindaklanjuti kesuksesan Liga Primer musim ini dengan judul lain tahun depan. Itu sulit Kami baru saja berbicara tentang Piala Dunia, yang tidak ada yang membela sejak Brasil di 62. Kami merasa bahwa di United, ada sedikit perbedaan saat Anda menghadapi tim yang ingin mengalahkan juara tekanan itu, yang dibangunnya.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)