Archives for Taruhan Judi Bola


Chelsea disebut beruntung karena ada beberapa pemain top

Chelsea sukses mengamankan satu tempat di final Liga Europa musim 2018/19. Sukses yang diraih oleh Chelsea juga dilalui dengan cara yang gagah. Tidak pernah kalah sejak laga penyisihan grup.

Pada Liga Europa musim 2018/19 ini, Chelsea tergabung di Grup L. The Blues harus bersaing dengan klub seperti PAOK, Videoton dan Bate. Di atas kertas, kualitas para lawan masih berada di bawah Chelsea.

Nyaris tidak ada masalah yang dihadapi oleh Eden Hazard dan kawan-kawan pada fase ini. Dari enam laga yang dimainkan, hanya sekali saja Chelsea gagal mendapat poin penuh. Yakni saat ditahan imbang Videoton dengan skor 2-2.

Pada babak 32 Besar, Chelsea berjumpa tim yang tersingkir dari Liga Champions karena berada di posisi ketiga klasemen yakni Malmo FF. Tak ada kesulitan berarti yang ditemui oleh Chelsea.

Pada laga leg pertama, Chelsea menang dengan skor 1-2 atas klub asal Swedia tersebut. Sementara saat berlaga di Stamford Bridge pada leg kedua, The Blues sukses memetik kemenangan dengan skor 3-0.

Berlanjut ke babak 16 besar Chelsea juga masih melaju dengan mulus. Klub papan atas Liga Ukraina Dynamo Kyiv tidak mampu membendung laju Chelsea. Dynamo Kyiv kalah dengan agregat 8-0 dari klub asal London.

Perlawanan Sengit baru dihadapi oleh Chelsea pada babak perempat final ketika harus berjumpa klub asal Rep Ceko, SK Slavia Prague. Menang dengan skor 0-1 di leg pertama, Chelsea mendapat tekanan kuat pada leg kedua.

Saat bermain di Stamford Bridge, Chelsea sempat unggul jauh 4-1 pada babak pertama. Tapi, SK Slavia Prague tidak menyerah mereka sempat membuat Maurizio Sari uring-uringan karena membuat skor menjadi 4-3.

Perjalanan Chelsea akhirnya menemui lawan paling sulit di babak semifinal. The Blues harus berjumpa Eintracht Frankfurt, klub asal Jerman. Pada babak sebelumnya Frankfurt menyingkirkan Inter Milan dan Benfica.

Pada leg pertama saat Frankfurt jadi tuan rumah Chelsea tampil bagus dan membawa pulang hasil imbang 1-1. Tapi, Frankfurt rupanya tidak menyerah dan memberi perlawanan sengit pada leg kedua di London.

Luka Jovic dan kolega menyudahi laga di waktu normal dengan skor 1-1. Agregat pun menjadi 2-2. Di babak tambahan waktu tidak ada gol yang tercipta. The Blues baru lolos ke final setelah menang lewat babak adu penalti.

Sepanjang perjalanan dari penyisihan grup hingga final, Chelsea belum pernah kalah. Sebanyak 17 laga dimainkan, 14 laga di antaranya sukses di akhiri dengan raihan kemenangan sementara tiga laga berakhir imbang.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Tottenham Terinspirasi Dari Liverpool Yang Behasil Comeback

Tottenham Hotspur di inspirasi oleh Liverpool waktu sukses lakukan comeback atas di kandang Ajax Amsterdam. Tottenham dengan menegangkan pastikan diri meluncur ke final Liga Champions. Hal itu berlangsung sesudah mereka sukses lakukan comeback di tempat Ajax untuk mencetak kemenangan 3-2 pada putaran kedua semi final, Kamis (9/5/2019) dini hari WIB.

Bertanding di Johan Cruyff Ajang, Spurs tutup set pertama dengan ketinggalan 0-2 dari tuan-rumah melalui gol dari Mathijs de Light serta Hakim Ziyech. Situasi ini membuat mereka dengan agregat ketinggalan 0-3, selesai di putaran pertama mereka kalah karena gol tunggal Donny van De Beek

Saat kesempatan The Lillywhites ke pertandingan pucuk makin tipis, keajaiban sukses dibuat oleh mereka di set ke-2. Anak bimbingan Mauricio Pochettino dapat membuat tiga gol balasan melalui hat-trick Lucas Moura.

Gol paling akhir Moura di pertandingan ini bahkan juga terbentuk di detik akhir pertandingan. Walau agregat akhir ke-2 team 3-3, tetapi Tottenham yang memiliki hak ke partai pucuk sebab mereka unggul produktivitas gol di kandang lawan.

Hasil di pertandingan ini lengkapi drama yang tersaji selama semi final Liga Champions. Dimana, awalnya Liverpool maju ke final dengan menegangkan selesai mengubah ketinggalan defisit tiga gol dari Barcelona.

Mereka dapat menaklukkan Barcelona 4-0 di Anfield pada putaran kedua. Kemenangan The Reds ini jugalah sebagai ide penting buat Tottenham untuk lakukan comeback di tempat Ajax.

“Kami lihat Liverpool semalam. Ini tunjukkan jika ini belum selesai sampai pertandingan betul-betul selesai. Kekesalan pada putaran pertama bagaimana juga memengaruhi kami waktu mengawali pertandingan serta kami mengawali seperti malam hari ini . Tapi sesudah interval semua selesai,” papar Rose dikutip dari BBC.

“Manajer mengatakan tampilan Liverpool di hotel sebelum laga – manajer tidak keberatan kami kalah, tapi kami harus kalah lewat cara yang benar. Kami mujur sudah melalui ini serta kami menantikan final Liga Champions,” imbuhnya.

Pertandingan final Liga Champions musim ini yang menghadapkan Tottenham serta Liverpool akan tersaji 2 Juni akan datang. Stadion Wanda Metropolitano di Madrid akan jadi tempat diadakannya duel sama-sama team asal Inggris ini.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Barcelona Pantas Kalah Karena Cara Bermain Yang Buruk

Liverpool maju ke final Liga Champions selesai menaklukkan Barcelona. Ini semua sebab Los Cules tampil jelek di putaran kedua, terutamanya di bidang pertahanan.

Barca mengantungi modal kemenangan 3-0 dari putaran pertama semi final di Camp Nou minggu kemarin. Mereka juga lalu diunggulkan sebab belumlah ada team yang tidak berhasil ke partai pucuk sesudah menggenggam kelebihan sebesar itu.

Tetapi, bola itu bulat serta dibuktikan pada putaran kedua di Anfield, Rabu (8/5/2019) pagi hari WIB, saat Liverpool sukses mengubah kondisi selesai menang 4-0. Akhirnya, Si Merah maju ke final dengan agregat keseluruhan 4-3. Barca kembali lagi tidak berhasil ke final sesudah musim kemarin didepak AS Roma lewat cara sama.

Perform oke di Camp Nou tidak berbekas benar-benar serta mereka hanya dikasih kelebihan dalam perebutan bola 57 % berbanding 43 %. Dari usaha eksperimen, Barca hanya membuat lima attempts on tujuan dari keseluruhan delapan. Sesaat, Liverpool punyai tujuh on tujuan dari keseluruhan 13.

Posisi belakang Barca jadi bulan-bulanan beberapa pemain Liverpool yang didorong semangat mengagumkan untuk memburu ketinggalan. Lumrah bila blunder untuk blunder dibikin Gerard Pique dkk. termasuk juga pada gol ke empat yang diciptakan Divock Origi.

Waktu itu beberapa pemain Barca tidak awas dengan taktik surprise Trent-Alexander Arnold yang cepat ambil sepak sudut. Bola ke arah pas ke jalan tembak Origi yang dengan gampang membobol jala Marc-Andre Ter Stegen.

Belum juga saat Barca kebobolan dua gol dalam tempo dua menit yang diciptakan Gini Wijnaldum pada menit ke-56 serta ke-58 yang membuat Liverpool bangun.

“Tidak mungkin diakui jika kami, Barcelona, kebobolan dua gol dalam tempo semenit. Kami bertahan seperti bocah waktu kebobolan gol ke empat,” tutur striker Barca, Luis Suarez, seperti diambil ESPN.

“Kami harus dapat mengkritik diri pribadi atas apa yang berlangsung. Telah 2x berlangsung semacam ini. Kami tidak dapat mengulang kekeliruan yang sama dua tahun berturut-turut. Terdapat beberapa yang perlu dievaluasi serta dipikirkan,” sambungnya.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Tidak Ada Mohamed Salah Masih Ada Divock Origi

Divock Origi dapat tutup absennya Mohamed Salah serta Roberto Firmino di posisi depan. Dia jadi figur kunci kesuksesan Liverpool singkirkan Barcelona. Origi jadi pahlawan Liverpool meluncur ke partai pucuk Liga Champions. Pria asal Belgia ini mengepak dua gol waktu The Reds menaklukkan Barcelona 4-0 di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Dia cetak gol pembuka di menit ke-7 dan gol penutup yang penting di menit ke-79 manfaatkan sepak sudut kilat Trent Alexander-Arnold. Hasil ini membuat scuad Juergen Klopp membalikan ketinggalan difisit tiga gol untuk unggul agregat 4-3 dari Blaugrana.

Sebelum pertandingan ini bergulir pasti tidak ada yang menduga jika Origi akan jadi bintang kemenangan The Reds. Pasalnya pria 24 tahun ini dapat disebut ialah pilihan kepepet Klopp di posisi depan.

Hal itu berlangsung sebab Mohamed Salah serta Roberto Firmino tidak dapat main karena cedera. Origi sendiri sebelum pertandingan kontra Barcelona baru dua tampil penuh 90 menit bersama dengan Liverpool musim ini yakni waktu melawan Watford di Liga Inggris serta waktu Si Merah kalah 1-2 atas Wolverhampton Wanderers di Piala FA.

Dengan bukti itu pasti banyak pihak yang menyangsikan kemampuan Origi melawan pertandingan begitu penting kontra Barcelona. Tetapi semua kebimbangan itu sukses dihalau bekas pemain Lille ini.

Tidak hanya cetak dua gol dari tembakan mengarah gawang, dia sukses mencatat tiga dribel sukses serta 1x memenangkan duel hawa. Situs WhoScored bahkan juga memberikan rating 8,9 atas tampilan Origi di pertandingan ini. Rating itu adalah yang paling baik diantara pemain lain.

Walau tunjukkan kilaunya di Anfield, Origi lebih pilih merendah selesai pertandingan. Dia menjelaskan kesuksesan Liverpool singkirkan Barcelona lebih sebab perjuangan keras Si Merah dengan team serta bukan lantaran golnya.

“Itu lebih sebab team (dibanding gol saya). Kami mengerjakannya dengan begitu baik. Kami ketahui ini bisa menjadi malam yang spesial. Kami ingin bertanding untuk beberapa pemain yang cedera. Kami berusaha begitu keras,” papar Origi diambil dari BBC.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Al-Wahda Unggul 3-1 atas Lokomotiv Tashkent

Dalam laga match day kelima pada fase grup B Liga Champions AFC yang berlangsung hari Rabu (8/5/2019) dini hari tadi di Al Nahyan Stadium,tim tuan rumah Al-Wahda yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun berhasil mendapatkan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan lawannya Lokomotiv Tashkent dengan skor 3-1. Dimana gol-gol kemenangan dari tim tuan rumah Al-Wahda itu pun dipersembahkan oleh Leonardo De Souza, Khalil Al Hammadi dan raihan satu buah gol bunuh diri yang dilakukan oleh Igor Jelic. Sementara itu satu buah gol dari tim Lokomotiv Tashkent itu pun dipersembahkan oleh Temurkhuja Abdukholikov.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada dini hari tadi,tim tuan rumah Al-Wahda yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari lawannya Lokomotiv Tashkent. Dimana hal itu pun bisa terlihat dari jalannya pertandingan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Al-Wahda dengan tim Lokomotiv Tashkent didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akan tetapi hingga akhir pertandingan babak pertama,baik tim tuan rumah Al-Wahda  maupun tim Lokomotiv Tashkent pun harus puas dengan kedudukan imbang sementara 0-0 yang mereka dapatkan tersebut didalam laga babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim Lokomotiv Tashkent pun akhirnya bisa memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu disaat laga babak kedua pun baru saja berjalan 2 menit melalui gol dari Temurkhuja Abdukholikov. Keunggulan 0-1 yang didapatkan oleh tim Lokomotiv Tashkent itu pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak kedua,dan akhirnya dimenit 59 pada babak kedua tim tuan rumah Al-Wahda pun berhasil menyamakan kedudukannya menjadi imbang 1-1 melalui raihan gol bunuh diri yang dilakukan oleh Igor Jelic. Dimenit 77 pada babak kedua,tim tuan rumah Al-Wahda pun akhirnya bisa membalikkan keadaannya menjadi unggul 2-1 melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Leonardo De Souza. Dimenit-menit akhir laga babak pertama,tim tuan rumah Al-Wahda pun berhasil kembali menggandakan keunggulannya menjadi 3-1 melalui gol dari Khalil Al Hammadi.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim tuan rumah Al-Wahda pada dini hari tadi itu pun tentunya masih membuat mereka berada dipuncak grup B Liga Champions AFC dengan jumlah raihan 12 poin. Sementara itu tim Lokomotiv Tashkent yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka berada diperingkat ketiga dengan jumlah raihan 4 poin.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Babak Pertama Arsenal Berhasil Ungguli Brighton Atas Tendangan Penalti Pierre-Emerick Aubameyang

Arsenal pimpin 1-0 atas Brighton and Hove Albionpada set pertama di Emirates, Minggu (5/5/2019) malam WIB. Penalti Pierre-Emerick Aubameyang jadi pembeda.

Arsenal hampir langsung memperoleh gol pada menit ke-2. Henrikh Mkhitaryan melepas tendangan mendatar dari depan kotak penalti serta bola digagalkan tiang gawang.

Mesut Oezil kuasai bola pantulan, tetapi hakim garis mengusung bendera sinyal offside. Satu kesempatan bersih tidak berhasil.

Pada menit ke-8, Arsenal memperoleh penalti selesai Nacho Monreal terjatuh dalam duel dengan Alireza Jahanbakhsh. Pierre-Emerick Aubameyang maju jadi pelaksana eksekusi serta sukses mengalahkan Mat Ryan.

Brighton memperoleh peluang dari sepakan bebas di muka kotak penalti pada menit ke-19. Pascal Gross maju jadi pelaksana eksekusi serta sepakannya hanya mengenai pagar pemain.

Intimidasi untuk Arsenal pada menit ke-26. Operan silang ke arah Glenn Murray serta di sundul. Bernd Leno tangkap bola pas di garis gawang.

Empat menit lalu, Brighton kembali mendesak. Kesempatan ini Solly March menyerang serta melepas tembakan yang hanya selesai di samping gawang.

Arsenal balas meneror pada menit ke-36. Operan silang Granit Xhaka disambar tandukan Monreal ke sudut kanan bawah, tetapi dihentikan Ryan.

Berjarak tiga menit, Arsenal memperoleh kesempatan lain. Operan silang Mesut Oezil disambar Alexandre Lacazette ditengah-tengah kotak penalti. Ryan tunjukkan refleks cemerlang dengan menghalaunya.

Arsenal tidak menurunkan tekanannya ke arah akhir set pertama. Satu tendangan keras dari Lucas Torreira dibelokkan ke luar lapangan oleh Bernardo.

Giliran Mkhitaryan melepas eksperimen untuk Arsenal pada menit ke-45. Sepakannya ditepis Ryan. Sesaat tendangan Lacazette tidak lama berlalu di sundul menjauh dari gawang oleh bek Brighton.

Tandukan Lacazette dari sepak sudut yang dibuat hanya melebar. Set pertama selesai 1-0 untuk kelebihan tuan-rumah.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Arsenal Sulit Untuk Finish Empat Besar

Harapan tim Arsenal finish empat besar semakin sirna selesai ditahan seimbang 1-1 oleh Brighton and Hove Albion. The Gunners perlu pertolongan nasib baik di minggu paling akhir.

Melayani Brighton di Emirates, Minggu (5/5/2019) malam WIB, Arsenal pimpin duluan melalui penalti Pierre-Emerick Aubameyang pada menit ke-9. Kelebihan itu bertahan sampai set pertama selesai.

Di set ke-2, Brighton menyamai score di menit ke-61, melalui penalti. Glenn Murray mengoptimalkan kesempatan melalui titik putih untuk mengalahkan Bernd Leno.

Skor 1-1 bertahan sampai laga usai serta membuat tuan-rumah melawan rintangan susah untuk finish empat besar. Mengumpulkan 67 point dari 37 pertandingan, team polesan Unai Emery ini ketinggalan tiga point dari Tottenham Hotspur di tempat empat.

Dengan matematis beda ini dapat dikejar di pertandingan paling akhir kelak, tetapi dengan sesuai kenyataan sangat berat. Karena Arsenal butuh tutup beda delapan gol dari Tottenham.

Arsenal akan berkunjung ke Burnley di minggu paling akhir, sesaat Tottenham melayani Everton.

Arsenal hampir langsung memperoleh gol pada menit ke-2. Henrikh Mkhitaryan melepas tendangan mendatar dari depan kotak penalti serta bola digagalkan tiang gawang.

Mesut Oezil kuasai bola pantulan, tetapi hakim garis mengusung bendera sinyal offside. Satu kesempatan bersih tidak berhasil.

Pada menit ke-8, Arsenal memperoleh penalti selesai Nacho Monreal terjatuh dalam duel dengan Alireza Jahanbakhsh. Pierre-Emerick Aubameyang maju jadi pelaksana eksekusi serta sukses mengalahkan Mat Ryan.

Brighton memperoleh peluang dari sepakan bebas di muka kotak penalti pada menit ke-19. Pascal Gross maju jadi pelaksana eksekusi serta sepakannya hanya mengenai pagar pemain.

Intimidasi untuk Arsenal pada menit ke-26. Operan silang ke arah Glenn Murray serta di sundul. Bernd Leno tangkap bola pas di garis gawang.

Empat menit lalu, Brighton kembali mendesak. Kesempatan ini Solly March menyerang serta melepas tembakan yang hanya selesai di samping gawang.

Arsenal balas meneror pada menit ke-36. Operan silang Granit Xhaka disambar tandukan Monreal ke sudut kanan bawah, tetapi dihentikan Ryan.

Berjarak tiga menit, Arsenal memperoleh kesempatan lain. Operan silang Mesut Oezil disambar Alexandre Lacazette ditengah-tengah kotak penalti. Ryan tunjukkan refleks cemerlang dengan menghalaunya.

Arsenal tidak menurunkan tekanannya ke arah akhir set pertama. Satu tendangan keras dari Lucas Torreira dibelokkan ke luar lapangan oleh Bernardo.

Giliran Mkhitaryan melepas eksperimen untuk Arsenal pada menit ke-45. Sepakannya ditepis Ryan. Sesaat tendangan Lacazette tidak lama berlalu di sundul menjauh dari gawang oleh bek Brighton.

Tandukan Lacazette dari sepak sudut yang dibuat hanya melebar. Set pertama selesai 1-0 untuk kelebihan tuan-rumah.

Xhaka coba melepas sepakan bebas langsung ke gawang pada menit ke-54, tetapi mengenai pagar pemain. Lima menit berlalu, Arsenal diberi hukuman penalti.

March lolos disamping kiri serta menyerobot ke kotak penalti, sampai lalu dijatuhkan Xhaka dengan satu tarikan. Murray maju jadi pelaksana eksekusi serta sukses menyamai score.

Arsenal memenangkan korner pada menit ke-68 serta tembakan Aubameyang menyongsong umpan hanya membumbung. Sesaat eksperimen lain pada menit ke-71 hanya gampang diprediksi Ryan sebab ke arah tengah.

Aubameyang buang kesempatan besar pada menit ke-74 waktu umpan Mkhitaryan berbelok serta ke arah padanya ditengah-tengah kotak penalti. Tembakannya tipis saja ke kiri gawang.

Desakan berturut-turut dari Arsenal. Tembakan Lacazette dari jarak dekat tidak lama berlalu dapat ditepis penjaga gawang.

Brighton memperlancar serangan dari bagian kiri pada menit ke-80. Tendangannya masih melebar dari gawang.

Tembakan Gross mengambil bola liar lima menit lalu tidak ke arah gawang, walau sebenarnya Leno tidak dalam tempat siap.

Arsenal selalu memburu gol kemenangan. Tendangan Lacazette pada menit ke-89 patah di tangan Ryan. Sampai laga selesai, tidak ada gol lain terbentuk.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Ribery Meninggalkan Bayern Pada Akhir Musim

Franck Ribery akan meninggalkan Bayern Munich ketika kontraknya berakhir pada akhir musim, klub telah mengkonfirmasi. Mantan pemain internasional Prancis, Ribery, tiba dari Marseille pada 2007 dan telah memenangkan 21 trofi bersama klub, termasuk delapan gelar Bundesliga. Pemain 36 tahun itu akan bergabung dengan sesama pemain sayap veteran Arjen Robben dalam meninggalkan Allianz Arena pada bulan Juni dan pertandingan testimonial akan diadakan untuk kedua pemain pada tahun 2020.

“Ketika saya datang ke Bayern, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Tidak akan mudah untuk mengucapkan selamat tinggal, tetapi kita tidak boleh melupakan apa yang telah kita capai bersama,” kata Ribery.

“Saya memenangkan lebih dari 20 trofi dan, tentu saja, saya harap kami dapat menambah gelar Bundesliga dan DFB-Pokal di akhir musim ini. Itu akan bagus untuk saya secara pribadi dan keluarga saya dan, tentu saja, untuk para penggemar terlalu.

“Ketika saya bergabung dengan Bayern, hubungan itu langsung hebat. Saya selalu ingin melakukan hal-hal khusus untuk para penggemar ketika saya berada di lapangan. Saya selalu ingin bermain dengan baik karena rasanya begitu baik untuk mengenakan jersey ini. Saya selalu ingin mendapatkan jersey benar-benar basah untuk klub saya.

“Para penggemar tahu saya memiliki hati dan bahwa saya jujur, kami selalu memiliki hubungan yang baik. Luar biasa untuk berpikir saya ada di sini selama 12 tahun dan itu sulit bagi saya dan para penggemar, tetapi kami tidak bisa melupakan semua hal yang kami alami bersama .”

Ketua Karl-Heinz Rummenigge menambahkan: “Franck dan Arjen adalah pemain hebat. FC Bayern berhutang banyak kepada mereka berdua dan kami akan memberi mereka perpisahan yang indah dan emosional.

“Mereka telah membantu membentuk dekade paling sukses FC Bayern dengan sepakbola fantastis.”

Bayern membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar Bundesliga lain setelah membawa diri mereka kembali ke kekuasaan setelah musim yang sebagian besar telah membuntuti saingan mereka Borussia Dortmund.

Kemenangan melawan RB Leipzig akhir pekan depan akan mengkonfirmasi kesuksesan ketujuh gelar berturut-turut untuk juara, terlepas dari bagaimana posisi kedua Dortmund dalam dua pertandingan terakhir mereka.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Bartomeu : Messi Akan Memiliki 10 Patung di Camp Nou

Barcelona akan memberikan penghormatan kepada Lionel Messi dengan 10 patung di Camp Nou ketika bintang Argentina itu pension nanti, kata presiden klub Josep Maria Bartomeu.

Pemenang Ballon d’Or lima kali Messi adalah pemain dengan skor tertinggi dalam sejarah Barca, mencetak gol ke-600nya bagi klub dengan tendangan bebas yang luar biasa dalam semifinal Liga Champions 3-0, kemenangan leg pertama atas Liverpool pada Rabu.

Pemain 31 tahun – dikontrak ke klub sampai 2021 – mengambil piala-piala dengan raksasa Catalan ke 33 dengan menyegel kejayaan La Liga akhir pekan lalu, bagian pertama dari trofi perak dalam treble potensial bagi pasukan Ernesto Valverde musim ini.

Barca tidak akan ragu berharap Messi masih ada ketika renovasi dan perluasan Camp Nou, yang akan melihat atap ditambahkan dan kapasitas mencapai 105.000, selesai pada tahun 2023.

Ditanya apakah patung Messi akan bergabung dengan salah satu Ladislao Kubala di stadion modern, Bartomeu mengatakan kepada The Observer: “Akan ada 10 dari mereka!

“Aku bahkan tidak akan memberinya Ballon d’Or. Dia sudah melampaui itu sekarang, dalam kategori miliknya. Ada pemain hebat, tapi dia dalam dimensi yang berbeda.”

Messi membantu Barca membungkus gelar La Liga kesepuluh selama tinggal di Camp Nou pekan lalu dengan kemenangan 1-0 di kandang sendiri atas Levante. Messi mencetak gol kemenangan di babak kedua.

Dan tim berada di jalur untuk memenangkan Treble Eropa dan domestik kedua dalam lima musim, dengan final Copa del Rey melawan Valencia yang akan datang nanti pada bulan Mei serta leg kedua semifinal Liga Champions melawan Liverpool.

Kemenangan gelar menandai kemenangan liga kedelapan Barca dalam 10 musim terakhir, dan Messi telah menunjukkan sedikit tanda melambat saat ia beringsut menuju senja karirnya. Lima kemenangannya di Ballon d’Or adalah rekor nomor untuk penghargaan itu, suatu kehormatan yang ia bagikan dengan saingan lama dan mantan penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)

Solskjaer : Tantangan Gelar Adalah Hal yang Tidak Realistis Bagi Manchester United Musim Depan

Ole Gunnar Solskjaer mengatakan Manchester United menghadapi perjuangan untuk finis di enam besar Liga Premier musim depan, apalagi tantangan untuk gelar, meskipun manajer Setan Merah yakin dia akan diberikan waktu untuk memimpin klub kembali ke puncak.

United belum memenangkan Liga Premier sejak kampanye terakhir Alex Ferguson pada 2012-13 ketika klub Manchester merosot di posisi keenam musim ini, terpaut 29 poin dari pemimpin klasemen Liverpool menuju dua pertandingan tersisa.

Solskjaer ditunjuk sebagai manajer secara permanen pada bulan Maret, setelah tampil mengesankan selama masanya sementara setelah pemecatan Jose Mourinho pada bulan Desember, tetapi United hanya memenangkan dua dari 10 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Dan Solskjaer tidak berpikir United akan menantang untuk mendapatkan trofi musim depan, memperingatkan ancaman tidak tergelincir lebih jauh di tengah meningkatnya daya saing dari enam besar dan di bawah.

“Saya melakukan pertemuan rutin dengan Ed [Woodward, wakil ketua eksekutif], saya telah melihat Joel [Glazer, wakil ketua] dan pemilik [lainnya]: mereka sangat realistis di tempat kami berada dan apa yang ingin kami mencapai dan berapa lama itu akan berlangsung, “kata Solskjaer.

“Anda tidak tiba-tiba menangkap 27 poin dalam satu musim, Anda harus mengambilnya secara bertahap. Ini bukan hanya musim ini, tetapi lima atau enam terakhir – kami tahu di mana kami lebih atau kurang dan tidak cukup baik. Semoga kami dapat menghasilkan pertunjukan yang lebih baik dan mereka [City dan Liverpool] dapat menghasilkan yang lebih buruk dan kami akan semakin dekat. ”

Tapi Solskjaer tidak melihat klubnya mendorong title kampanye berikutnya. “Itu tidak realistis,” kata Solskjaer tentang tantangan musim depan.

“Tentu saja saya optimis tetapi saya pikir itu tidak realistis, karena kedua tim sekarang berada di puncak klasemen, mereka jauh di depan para pengejar.

“Kami harus memastikan bahwa kami semakin dekat dan bergerak ke atas meja dan tidak melihat ke atas bahu karena ada klub besar, klub bagus yang ingin mengejar enam besar.

“Anda punya Leicester, Everton, Watford, mungkin Newcastle, Anda punya klub yang ingin mengejar kami. Kami harus memastikan bahwa kami adalah orang yang mengejar mereka di depan kami.”

 

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)