Uniknya Ajaran Solskjaer Untuk Sadarkan Lukaku


Lukaku hanya membuat tujuh gol dalam 23 penampilan di seluruh kompetisi. Bukan sayatan yang bagus untuk pemain yang bisa diandalkan MU untuk tujuan gol. Ketidakkonsistenan dalam kinerja menjadi masalah khusus bagi Lukaku sejak bergabung dengan MU musim lalu. Apalagi, Lukaku juga bermasalah dengan manajer Jose Mourinho di awal musim ini yang sering diganti. Masalah terbukti juga muncul ketika Solskjaer menyelesaikan Mourinho di mana Lukaku tidak dimainkan dalam dua pertandingan pertama. Lukaku kemudian baru bermain ketika pertandingan berlangsung di Bournemouth tadi malam. Masukkan pinjaman Marcus Rashford, Lukaku membuat satu gol setelah memanfaatkan umpan balik Paul Pogba, yang memastikan kemenangan 4-1 untuk MU. Setelah pertandingan, Solskjaer punya satu resep sehingga Lukaku bisa tampil tajam lagi. Caranya adalah membuat Lukaku tidak lagi berpikir bahwa dia adalah target man yang melayaninya sebagai tujuan. Ini dilakukan agar Lukaku tidak terbebani dengan tugas dan bisa tampil lebih leluasa. “Dia memang target man yang hebat, tetapi jika Anda mengatakan kepadanya untuk menargetkan man, maka dia sulit untuk membuat gol. Hari ini (kemarin), dia bermain agak lebar dan dia memiliki atribut untuk menjadi striker top,” kata Solskjaer dia menerima FourFourTwo.

“Kami harus memulihkan kebugarannya, tetapi saya puas untuk menyetujui ini. Meskipun dia terlihat sedikit offside saat membuat gol, tetapi itu berhasil dengan baik,” lanjutnya. Klaim yang mengejutkan dibuat oleh legenda Manchester United (MU), Paul Scholes. Dia percaya mantan klubnya tidak akan menjadi juara Liga Premier selama dia memiliki Romelu Lukaku. Lukaku tampil sukses di musim debutnya bersama MU, di mana ia berhasil mencetak 27 gol dalam 51 penampilan di semua kompetisi. Berkat golnya, MU berhasil finis sebagai runner-up Liga Premier. Musim ini juga sama. Di tengah penampilan buruk skuad Jose Mourinho, ia mampu mencetak empat gol dalam 11 penampilan di semua kompetisi. Sejauh ini, ketajaman Lukaku masih bisa dianggap konsisten. Namun bagi Scholes, pemain Belgia ini akan menjadi penghalang bagi MU untuk memenangkan gelar Liga Premier.

“Saya tidak yakin Anda akan bisa memenangkan liga dengan pencetak gol seperti dia. Saya tidak yakin permainannya di luar kotak penalti baik,” kata Scholes kepada ESPN. “Saya tidak yakin apakah dia telah bekerja cukup keras, tetapi dia masih seorang pemuda yang bermain bagus dan membeli banyak gol,” katanya.

VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.14_1148]
Rating: 0 (from 0 votes)
Social tagging: > >

Comments are closed.